Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Diduga Mengidap Bipolar, Begini Penuturan Teman Dekat Mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta yang Lompat dari Rooftop Gedung Laboratorium

Iwan Kawul • Jumat, 17 Oktober 2025 | 21:38 WIB
Mahasiswi UIN Raden Mas Surakarta menyemut di sekitar gedung lab tempat mahasiswi jurusan Psikologi Islam melompat dari rooftop, Jumat (17/10/2025).
Mahasiswi UIN Raden Mas Surakarta menyemut di sekitar gedung lab tempat mahasiswi jurusan Psikologi Islam melompat dari rooftop, Jumat (17/10/2025).

RADARSOLO.COM - Tidak ada yang menyangka, HPN, 21, mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta berbuat nekat, Jumat (17/10/2025).

Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta itu melompat dari rooftop gedung laboratorium kampus setempat.

Akibat luka cukup parah, mahasiswi jurusan Psikologi Islam itu akhirnya meninggal dunia.

S, salah satu teman HPN mengatakan, HPN lebih banyak berjuang dengan kondisi psikologisnya sendiri.

“Kalau masalah cowok, dia enggak terlalu mikir gitu, mas. Cuma dia memang punya masalah sama dirinya sendiri,” ungkapnya, Jumat (17/10).

S menuturkan, HPN mengonsumsi obat yang didapat dari psikolog.

“Dia memang pernah ke psikolog dan dikasih obat. Tapi kadang enggak rutin minum. Kalau enggak kuat, dia suka kambuh,” ujarnya.

Menurut S, HPN sudah menunjukkan gejala gangguan suasana hati sejak lama.

“Kayaknya dia bipolar, mas. Pernah cerita juga soal ketergantungannya sama obat. Dia tuh suka banget ke rumah sakit, luka sedikit aja pengin periksa,” ungkapnya.

S mengenal HPN sejak masih ngekos di belakang Hotel Alana, Kartasura.

Saat itu, HPN main ke indekos S hampir setiap hari. “Tapi setelah aku pindah, dia lebih sering sama temanku yang masih di situ,” kata S.

Baca Juga: Mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta Nekat Lompat dari Gedung Laboratorium, Begini Kondisinya

Ditambahkan S, HPN tinggal di kawasan perumahan Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Menurut S, HPN merupakan sosok yang tidak terlalu pendiam, tetapi punya kepribadian unik.

“Enggak pendiam banget, masih gaul. Tapi kelihatan kalau dia punya beban pikiran sendiri. Kadang ceria, kadang murung,” kenangnya.

Meski demikian, S mengaku tidak tahu pasti penyebab HPN memutuskan berbuat nekat.

“Soal surat wasiat atau catatan terakhir, aku enggak tahu. Tapi dia memang suka nulis di buku catatan,” tuturnya. (kwl)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#meninggal dunia #melompat #Fakultas Ushuluddin dan Dakwah #jurusan psikologi islam #fud #bipolar #mahasiswi uin raden mas said surakarta #depresi