Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sekolah Rakyat Permanen Mulai Dibangun di Sukoharjo, Lokasinya di Sini

Iwan Kawul • Minggu, 26 Oktober 2025 | 00:10 WIB
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono (kiri) dan Wabup Sukoharjo Eko Sapto (kanan) tinjau lokasi Sekolah Rakyat, Sabtu (25/10/2025).
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono (kiri) dan Wabup Sukoharjo Eko Sapto (kanan) tinjau lokasi Sekolah Rakyat, Sabtu (25/10/2025).

RADARSOLO. COM– Pemerintah pusat menyiapkan langkah besar dalam pembangunan pendidikan inklusif dan berkeadilan melalui program Sekolah Rakyat Permanen, sebagai kelanjutan dari sekolah rintisan yang telah berjalan sepanjang 2025.

Salah satu titik lokasi yang dipastikan akan menjadi bagian dari pembangunan tahap pertama adalah di Kampung Gadingan, Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, saat meninjau langsung calon lokasi pembangunan bersama Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Sabtu (25/10/2025).

“Luasnya sekitar 5,1 hektare, dan sudah dicek oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Lelang sudah selesai. Hasilnya, lahan ini dinyatakan layak untuk dijadikan lokasi pembangunan sekolah rakyat permanen,” ujar Agus Jabo.

Ia menambahkan, Sukoharjo menjadi salah satu dari 104 titik lokasi tahap pertama yang akan dibangun tahun ini.

Secara nasional, total sekolah rakyat rintisan yang telah berjalan hingga Oktober 2025 mencapai 166 lokasi, dan seluruhnya akan bermigrasi ke sekolah permanen mulai tahun ajaran baru Juli 2026.

“Sekolah rintisan sifatnya sementara. Tahun ini kami mulai membangun sekolah-sekolah permanen agar tahun depan seluruh siswa bisa berpindah ke gedung baru," ungkap Agus Jabo. 

"Di sekolah permanen nanti lengkap fasilitasnya, ada ruang kelas, asrama, dapur, tempat makan, laboratorium, perpustakaan, aula, tempat ibadah, dan lapangan olahraga,” imbuhnya.

Agus Jabo menyebut, konsep sekolah rakyat permanen ini adalah boarding school yang juga menyediakan asrama untuk guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik.

Setiap sekolah akan menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Setiap siswa akan mendapatkan delapan setel seragam dan satu laptop. Meski diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, fasilitasnya setara dengan sekolah unggulan," katanya.

"Ini adalah bentuk keberpihakan Presiden untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun harapan baru bagi keluarga miskin agar anak-anak mereka bisa bersekolah dan mengubah nasibnya,” lanjut Agus Jabo.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Luncurkan Bantuan Biaya Umrah Takmir Masjid, Tuntut Tim Verifikasi Jaga Integritas dan Transparansi

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyatakan kebanggaannya atas penunjukan Kabupaten Sukoharjo sebagai salah satu lokasi pembangunan sekolah rakyat permanen tahap pertama.

“Kami merasa bangga dan terhormat bisa ikut mewujudkan visi-misi Presiden Prabowo Subianto. Beliau punya mimpi besar agar anak-anak Indonesia bisa menjadi peraih Nobel Science di masa depan," jelasnya.

"Dan kami di Sukoharjo sangat percaya bahwa pendidikan adalah eskalator kehidupan yang mampu membalikkan nasib dan memutus rantai kemiskinan,” tutur Eko.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sesuai kriteria yang ditetapkan.

 "Alhamdulillah, Sukoharjo bisa berkontribusi dengan menyediakan lahan yang layak dan memenuhi standar. Semoga pembangunan bisa segera dimulai tanpa kendala apa pun,” pungkasnya. (kwl)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#wabup sukoharjo eko sapto purnomo #sekolah rakyat permanen #fasilitas #boarding school #Pembangunan #lokasi