RADARSOLO.COM–Suasana penuh khidmat dan semarak menyelimuti Kampung Klurahan, Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (25/10).
Warga setempat menggelar tradisi Grebeg Gunungan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang melimpah.
Gunungan yang berisi sayur mayur hasil panen warga diarak dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol sedekah bumi, namun juga menggambarkan semangat gotong royong dan rasa kebersamaan di antara para petani.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan Grebeg Gunungan merupakan wujud nyata rasa syukur masyarakat sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
“Ini merupakan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT. Gunungan berisi sayur mayur karena sebagian besar warga di sini adalah petani. Setelah diarak, gunungan dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki,” terang Havid Danang.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan budaya di Kampung Klurahan tidak berhenti pada prosesi Grebeg Gunungan saja.
Setelahnya, akan digelar Sekaran Ageng, yaitu tabur bunga di makam tokoh setempat KGPH Suryobroto atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kyai Langsur, beserta seluruh brayat atau keluarga besarnya.
“Selain Grebeg Gunungan, kegiatan sore dilanjutkan dengan Sekaran Ageng sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, dan malam harinya ditutup dengan pentas wayang kulit semalam suntuk. Semua ini juga dirangkaikan dengan kegiatan bersih dusun,” imbuhnya.
Menurut Havid Danang, kegiatan budaya tersebut telah menjadi agenda tahunan masyarakat Kampung Klurahan dan selalu disambut antusias.
Ia berharap ke depan partisipasi masyarakat akan semakin meningkat agar nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap terjaga.
“Ini merupakan wujud budaya yang dirumuskan oleh para sesepuh dan tokoh masyarakat. Kita harus menjaganya sebagai identitas bangsa Indonesia, khususnya budaya Jawa yang adiluhung,” pungkasnya. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono