RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo menggelar forum konsultasi publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kebudayaan di daerah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, forum ini menjadi wadah penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan, saran, dan evaluasi terhadap kebijakan yang dijalankan.
”Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang sama dan solusi atas permasalahan yang ada. Baik terkait rancangan, penerapan, dampak, maupun evaluasi kebijakan. Kami juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan usulan dan saran secara langsung,” ujar Havid.
Dia menjelaskan, forum ini bukan sekadar kegiatan formalitas, namun menjadi sarana bagi penyelenggara dan pengguna layanan untuk menyamakan persepsi terhadap kebijakan pendidikan dan kebudayaan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang ditetapkan nantinya benar-benar sesuai ketentuan, efektif, dan tidak menimbulkan permasalahan administrasi maupun hukum di kemudian hari.
Hasil evaluasi pelayanan publik di Disdikbud Sukoharjo menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, pelayanan publik disdikbud masuk kategori zona hijau, yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi.
”Alhamdulillah, dari pendahulu-pendahulu kita, pelayanan publik di Dinas Pendidikan sudah baik, masuk zona hijau. Tentunya capaian ini diperoleh melalui perjuangan panjang, komunikasi yang baik, serta kerja sama lintas sektoral,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan standar pelayanan yang harus dipenuhi oleh Disdikbud Sukoharjo. Di antaranya jenis produk layanan, dasar hukum, persyaratan, mekanisme dan prosedur, waktu, biaya, sarana prasarana, serta adanya kegiatan evaluasi rutin.
Tak hanya membahas layanan administratif, disdikbud juga menyiapkan berbagai program budaya dan pembentukan karakter pelajar Sukoharjo. Salah satunya perayaan Hari Wayang Nasional di Taman Budaya Suryani pada 21–27 November mendatang.
”Kegiatan ini akan melibatkan seratus persen pelajar di enam hari berturut-turut. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak MURI, dan Insyaallah akan ada rekor pentas wayang pelajar terlama,” jelas Havid.
Selain itu, juga menyiapkan program Duta Pelajar Kabupaten Sukoharjo.
”Duta Pelajar ini kami harapkan mampu menjadi motor penggerak semangat belajar dan penyampai informasi kebijakan pendidikan di lingkungan sekolah masing-masing,” tambahnya. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susanto