Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dorong SPPG Urus Izin NKV dan Halal, Dispertanikan Sukoharjo Gencarkan Sosialisasi

Iwan Kawul • Rabu, 5 November 2025 | 00:40 WIB

 

Ilustrasi pengolahan menu makanan program MBG di salah satu SPPG di Sukoharjo, belum lama ini.
Ilustrasi pengolahan menu makanan program MBG di salah satu SPPG di Sukoharjo, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo berkomitmen menjamin keamanan dan kualitas bahan pangan dalam program makan bergizi gratis (MBG). Salah satunya melalui penerapan standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk bahan olahan asal hewan. Terutama yang digunakan mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menjelaskan sudah sosialisasikan NKV kepada 40 SPPG di Kota Makmur, Selasa (4/11). Pada kesempatan ini, ikut digandeng narasumber dari Sukofindo.

Sosialisasi diisi materi tentang tata cara memperoleh izin produk halal. Sekaligus mekanisme sertifikasi yang wajib dipenuhi para suplier.

“Hari ini (kemarin), kami dari dinas pertanian dan perikanan mengundang 40 orang dari SPPG yang sudah berjalan di Sukoharjo. Materinya meliputi sosialisasi produk halal dan penjelasan mekanisme NKV bagi penyedia bahan makanan asal ternak,” jelas Bagas.

Bagas menegaskan, dispertanikan bertanggung jawab memastikan seluruh produk hasil ternak memenuhi standar kesehatan veteriner. Diwujudkan melalui kewajiban kepemilikan NKV. Yakni sertifikat resmi yang menjamin produk pangan asal hewan memenuhi persyaratan higienis dan sanitasi.

“Para penyedia (SPPG) nanti kami minta untuk mengurus NKV. Kami verifikasi dan rekomendasi NKV, yang nantinya diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan Jateng,” imbuhnya.

Selain itu, dalam sosialisasi tersebut juga dibahas mengenai prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Ini sebagai dasar pengawasan mutu pangan hewani.

Prinsip ini, lanjut Bagas, menjadi kunci agar makanan bergizi yang disalurkan kepada para siswa penerima manfaat program MBG benar-benar layak konsumsi. Sekaligus memiliki nilai protein tinggi.

“Harapan kami, sosialisasi memberikan kontribusi terhadap keamanan bahan pangan yang akan diolah dan disalurkan melalui SPPG. Sehingga MBG di Sukoharjo berjalan dengan baik, lancar, dan bermanfaat bagi siswa,” ujar Bagas. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#izin nkv sppg di sukoharjo #dispertanikan sukoharjo #program mbg sukoharjo #izin Nomor Kontrol Veteriner SPPG di sukoharjo