Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sempat Terdeteksi Sianida, Uji Lab Anggur Hijau MBG SPPG Polres Sukoharjo Kini Tunjukkan Negatif Kandungan Kimia: Kok Bisa?

Iwan Kawul • Minggu, 9 November 2025 | 01:29 WIB
Anggur Shine Muscat.
Anggur Shine Muscat.

RADARSOLO.COM – Dugaan adanya zat kimia berbahaya pada buah anggur hijau Shine Muscat dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat terdeteksi oleh Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sukoharjo, jadi perhatian serius jajaran Polri.

Uji laboratorium terbaru yang dilakukan justru memunculkan fakta berbeda dari temuan awal.

Di mana hasil uji lab terkini menunjukkan tidak ditemukannya kandungan sianida pada sampel anggur hijau yang sama.

Diketahui, pemeriksaan rutin food safety di dapur program MBG Polri dilakukan oleh tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Sukoharjo pada Kamis (6/11/2025).

Seluruh bahan makanan untuk MBG, seperti nasi putih, lauk, sayur, dan buah, diuji organoleptik dan kimia.

Hasilnya, menu utama hari itu dinyatakan aman, bebas dari arsenik, formaldehid, maupun nitrit.

Namun, hasil berbeda muncul saat dilakukan uji cepat (screening test) pada bahan makanan untuk hari berikutnya, khususnya buah anggur Shine Muscat.

Di mana pada sampel buah impor itu ditemukan kandungan CN atau sianida sekitar 30 miligram.

“Dalam uji cepat dengan alat food safety merk Alder, ada indikasi zat yang tidak layak konsumsi. Sesuai SOP, bahan tersebut langsung kami tarik dari dapur dan diganti dengan buah yang telah terverifikasi aman,” ungkap Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo.

Untuk memastikan kebenaran hasil, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng segera melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan reagen kimia terhadap kulit, daging, dan sari buah anggur.

Hasilnya, semua sampel menunjukkan hasil negatif terhadap keberadaan zat berbahaya, yang berarti tidak ada bukti kuat bahwa buah tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.

 

Mengapa Hasil Tes Bisa Berbeda?

Perbedaan antara hasil screening test dan uji laboratorium dipahami sebagai akibat dari perbedaan metode, tingkat sensitivitas alat, dan konteks sampel.

Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri Irjen Pol Nurworo Danang mengklaim, dari perbedaan itu justru menunjukkan mekanisme pengawasan berlapis Polri terbukti efektif.

Sebab, potensi bahaya langsung teridentifikasi, diverifikasi, dan diklarifikasi melalui proses ilmiah yang transparan.

“Temuan di Sukoharjo menjadi contoh nyata bahwa sistem pengawasan SPPG Polri berjalan. Ada deteksi dini, ada tindak lanjut, dan ada konfirmasi laboratorium. Semua sesuai dengan protokol keamanan pangan nasional,” tegas Nurworo.

Dia menambahkan, Polri tengah menelusuri kemungkinan adanya residu pestisida atau faktor lain di rantai distribusi buah impor tersebut.

“Kami tidak berhenti di hasil negatif saja. Kami ingin memastikan dari mana sumber bahan itu, agar potensi risiko bisa ditutup secara sistemik,” imbuhnya. (kwl/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#polres sukoharjo #SPPG #Mbg #zat kimia #polri #anggur hijau #uji laboratorium #sianida #shine muscat