RADARSOLO.COM - Perlintasan sebidang tanpa palang pintu di km 16+4 petak jalan Sukoharjo–Pasar Nguter, tepatnya di Kampung Clangap, Sukoharjo Kota, resmi ditutup PT KAI sejak Sabtu (15/11).
Kebijakan ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden kereta api tertemper kendaraan yang sebelumnya terjadi di lokasi tersebut.
Penutupan dilakukan menyusul kejadian Kereta Api (KA) Batara Kresna nomor 514 relasi Purwosari–Wonogiri yang tertemper sebuah mobil pada Sabtu (15/11) pagi sekitar pukul 06.43 WIB.
Perlintasan itu diketahui tidak teregister dan tidak terjaga, sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, membenarkan penutupan yang dilakukan PT KAI.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan PT KAI untuk menjaga keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
“Benar, perlintasan di km 16+4 sudah ditutup PT KAI. Perlintasan itu memang tidak ada penjaga, sehingga sangat berisiko. Penutupan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Toni, Minggu (16/11).
Untuk informasi, Kereta Api (KA) Batara Kresna nomor 514 relasi Purwosari–Wonogiri tertemper sebuah mobil di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di km 16+4 petak jalan Sukoharjo–Pasarnguter, Sabtu (15/11) pagi.
Insiden terjadi pukul 06.43 WIB di perlintasan tidak teregister dan tidak terjaga.
Kendaraan yang terlibat adalah Toyota Rush warna putih bernopol AD 1070 ZK, dikemudikan Asril Nurdin, warga Bakalan RT 002/RW 001, Kecamatan Polokarto.
Di dalam mobil juga terdapat seorang penumpang bernama Sumarni, warga alamat yang sama.
Keduanya selamat dan langsung dievakuasi ke RS Nirmala Suri untuk mendapatkan perawatan. (kwl)
Editor : Nur Pramudito