Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemkab Sukoharjo Siapkan Pusat Jajanan Untuk Relokasi PKL Alun-alun Satya Negara, Ini Lokasinya

Iwan Kawul • Sabtu, 22 November 2025 | 03:16 WIB
SIAP DITATA: Salah satu titik di Sukoharjo yang akan dijadikan sebagai area pusat jajanan serba ada (Pujasera)
SIAP DITATA: Salah satu titik di Sukoharjo yang akan dijadikan sebagai area pusat jajanan serba ada (Pujasera)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mulai menyiapkan pembangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera) sebagai bagian dari penataan besar kawasan Alun-alun Satya Negara.

Lokasinya direncanakan berada di kompleks bekas Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), TK Teladan, serta Lapangan Tenis Budi Kridasena yang berada dalam satu area.

Pembangunan Pujasera tersebut nantinya menjadi tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekeliling alun-alun. Dengan begitu, penataan ruang publik bisa berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo Abdul Haris Widodo menyampaikan, Pujasera menjadi tahap awal sebelum penataan menyeluruh Alun-alun Satya Negara dilakukan. Pemerintah ingin memastikan seluruh PKL tertampung di tempat yang lebih layak dan tertata.

“Pujasera nanti untuk menampung pedagang yang selama ini berada di sekeliling alun-alun. PKL sudah didata oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan. Setelah itu baru dilakukan penataan alun-alun,” terang Haris.

Dia menambahkan, penyusunan detail engineering design (DED) akan dimulai pada awal Januari 2026. Setelah dokumen teknis itu rampung, pembangunan masuk tahap lelang pekerjaan.

“Awal Januari DED-nya mulai disusun. Setelah selesai baru tender,” sambungnya.

Soal anggaran, Haris menyebut alokasinya masih dimatangkan. Namun perkiraan kebutuhan berada di kisaran lebih dari Rp 4 miliar.

“Untuk anggaran belum bisa memastikan, saya agak lupa, sekira Rp 4,3 miliar,” ucapnya.

Haris menegaskan, penataan kawasan Alun-alun Satya Negara tidak bisa berjalan jika PKL belum direlokasi secara baik. Pemerintah ingin proses berlangsung tertib, terukur, dan tidak menurunkan penghasilan para pedagang.

“Konsep besarnya adalah menata alun-alun. Karena banyak PKL di sekelilingnya, maka PKL ditata dulu, diberikan tempat yang memadai, baru kemudian menata Alun-alun Satya Negara,” tandasnya.

Lokasi Pujasera dinilai sangat strategis karena tetap berada di pusat kota dan tidak jauh dari alun-alun. Akses mudah bagi masyarakat diharapkan menjaga geliat ekonomi PKL tetap hidup.

Pemkab berharap hadirnya Pujasera menjadi solusi penataan kawasan yang lebih rapi, ruang publik lebih nyaman, serta perekonomian rakyat tetap tumbuh. Upaya ini sekaligus mempercantik wajah pusat kota agar lebih tertib, menarik, dan ramah pengunjung. (kwl/nik)

Editor : Niko auglandy
#pujasera #Alun-Alun