RADARSOLO.COM – Penerangan jalan umum (PJU) kembali menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo di 2026. Rencananya akan dipasang di 320 titik di 12 kecamatan. Titik pemasangan PJU baru diprioritaskan yang kondisi jalannya gelap, rawan kecelakaan lalu lintas, hingga pedesaan.
Sebagai catatan, penambahan PJU masuk program unggulan ‘Terangi Jalanku’. Program ini salah satu inovasi yang ditelurkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup) Eko Sapto Purnomo, dalam upaya meningkatkan kualitas fasilitas publik.
Terkait kebutuhan, total mencapai 8.107 titik. Dari jumlah tersebut, baru 3.500-3.600 titik yang telah terpasang PJU. Artinya, masih banyak titik yang butuh penambahan PJU.
“Pemasangan lampu penerangan jalan umum bakal terus dilakukan pada tahun depan. Tidak hanya di perkotaan, melainkan juga wilayah perdesaan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro.
Toni menjelaskan, keberadaan PJU sangat berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Selain meminimalkan potensi kecelakaan, juga menekan risiko kriminalitas di malam hari.
Dari aspek keselamatan, penerangan memegang peran vital. Ruas jalan yang terang membantu pengendara memantau kondisi sekitar dengan lebih optimal.
“Program pemasangan lampu penerangan jalan umum berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur daerah dan pelayanan publik. Keberlanjutan program ini akan terus dijalankan secara bertahap,” imbuh Toni.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Sukoharjo Heri Prasetyo menambahkan, ada 320 titik PJU yang jadi sasaran penambahan di 2026. Setiap unit PJU terdiri dari tiang, lampu, sistem kontrol, hingga jaringan kabel pendukung.
“Kami memastikan respons cepat jika ada aduan terkait lampu mati. Beberapa hari lalu ada laporan, petugas langsung merespons dengan mengganti lampu di Jalan Solo–Bekonang (Mojolaban) dan Jalan Ahmad Yani (Kartasura),” bebernya.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan program Terangi Jalanku merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas wilayah. Terutama jalan penghubung antarkecamatan dan antardesa, yang vital untuk mobilisasi masyarakat.
“Masyarakat maupun pelaku usaha di perdesaan bisa beraktivitas pada malam hari. Diharapkan mampu memperkuat akses mobilitas dan menggeliatkan perekonomian daerah,” papar Etik. (kwl/fera)
Editor : fery ardi susanto