RADARSOLO.COM – Menyambut Natal 2025, Fave Hotel Solo Baru mencuri perhatian publik dengan menghadirkan pohon Natal megah berbahan dasar gulungan karton bekas. Kreativitas ini mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo. Pemerintah menilai kreatrivitas ini sebagai inovasi yang selaras dengan upaya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pohon Natal raksasa setinggi 7 meter di Fave Hotel Solo Baru dibangun murni dari sampah gulungan karton. Mulai dari gulungan tisu, lakban, hingga plastik wrapping. Semua dikumpulkan selama sepuluh bulan. Total bahan yang digunakan mencapai 80 kg.
Agus Suprapto menilai langkah kreatif Fave Hotel tersebut bukan hanya sekadar dekorasi musiman, tetapi juga edukasi lingkungan yang kuat.
“Ini luar biasa. Kreasi daur ulang seperti ini membuat sampah yang awalnya tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang bernilai. Baik nilai ekonomi maupun seni. Inilah konsep ekonomi sirkuler yang kami dorong, bagaimana sumber daya bisa terus digunakan kembali dengan prinsip 3R: reduce, reuse, recycle,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa kreativitas semacam ini membantu menahan laju sampah kembali ke lingkungan.
“Bagaimana sampah itu bisa diberdayagunakan kembali, bukan langsung dibuang. Pohon Natal dari sampah daur ulang ini menjadi contoh nyata. Kami sangat mendukung, dan berharap ide-ide kreatif seperti ini terus bermunculan dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.
Hotel Manager Fave hotel Manahan Solo dan Fave Hotel Solo Baru Khuswatus Solikhin menyampaikan, pohon Natal daur ulang tahun ini mengangkat tema Miracle of Giving.
“Keajaiban sering lahir dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Setelah mengumpulkan gulungan karton selama 10 bulan, kami menghidupkannya kembali menjadi pohon Natal yang memiliki makna baru. Kami ingin tamu merasakan pesan bahwa memberi perhatian kepada bumi dan sesama adalah keajaiban sederhana yang paling berarti,” jelasnya.
Seluruh gulungan karton dibiarkan dalam warna asli tanpa pewarna tambahan, menonjolkan kesan natural dan filosofi kejujuran material. Penyusunan gulungan-gulungan tersebut secara artistik oleh tim internal hotel selama dua minggu menciptakan bentuk pohon yang elegan sekaligus simbolis. Mewakili siklus kehidupan, harapan, kasih, dan transformasi.
Khusus di Fave Hotel Solo Baru, pohon setinggi 7 meter itu berdiri sebagai karya seni monumental yang menyatukan kreativitas, kepedulian, dan pesan keberlanjutan. Setiap gulungan karton melambangkan kerja sama dan ketekunan tim dalam mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi bentuk keindahan baru.
Kolaborasi kreatif ini semakin menegaskan bahwa praktik keberlanjutan dapat melampaui sekadar jargon, melainkan diwujudkan lewat tindakan nyata dan inovasi yang menginspirasi.
Dengan dukungan penuh dari DLH Sukoharjo, langkah pelaku usaha perhotelan ini menjadi contoh edukatif bagaimana pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kreatif, bermanfaat, dan bernilai seni tinggi. Semangat kreatif dan ramah lingkungan ini pun diharapkan dapat menginspirasi lembaga, komunitas, hingga masyarakat luas agar lebih aktif dalam mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai baru. (kwl/nik)
Editor : Niko auglandy