Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Dampingi Wamentan Sudaryono Panen Raya Padi Di Mojolaban, Tegaskan Komitmen Perkuat Suasembada Pangan

fery ardi susanto • Senin, 1 Desember 2025 | 22:59 WIB

 

Wamentan Sudaryono naik traktor didampingi Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat panen raya padi di Desa Joho, Mojolaban, Senin (1/12).
Wamentan Sudaryono naik traktor didampingi Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat panen raya padi di Desa Joho, Mojolaban, Senin (1/12).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam panen raya dan percepatan olah lahan di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Senin (1/12).

Dalam sambutannya, Etik mengapresiasi kehadiran wamentan dan rombongan. Ia menegaskan kehadiran pemerintah pusat menjadi bukti nyata kuatnya sinergitas dalam pengembangan sektor pertanian.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Menteri Pertanian. Kehadiran bapak dan ibu di sini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusatm dalam mendukung program pembangunan pertanian serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah demi kemajuan pertanian nasional,” kata Etik.

Etik menambahkan, panen raya bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk mensyukuri hasil kerja keras para petani. Ia menegaskan, keberhasilan sektor pertanian di Sukoharjo berkat kolaborasi harmonis antara petani, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder.

“Panen raya ini merupakan hasil dari kerja keras, kesabaran, dan dedikasi petani dalam mengelola lahan. Ini bukti sinergi yang kuat, demi mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Etik, Sukoharjo merupakan salah satu daerah penyangga pangan Jawa Tengah. Produksi beras selalu surplus dan menjadi rujukan daerah lain. Di 2024, Sukoharjo mencatat surplus beras sebanyak 142.553 ton.

“Produk padi Sukoharjo premium, selalu dilirik daerah lain. Namun komitmen kami jelas. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” tegasnya.

Etik menjabarkan, produksi pertanian di Sukoharjo ditopang lahan sawah seluas 20.475 hektare. Rinciannya sawah irigasi teknis 14.464 hektare, irigasi setengah teknis 2.361 hektare, irigasi sederhana 1.728 hektare, dan sawah tadah hujan 1.948 hektare.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga September 2024, produktivitas padi mencapai 70,45 ton per hektare gabah kering giling (GKG). Sedangkan estimasi produksinya 345.341 ton GKG.

Meski begitu, Etik menegaskan pemerintah daerah menyadari kebutuhan percepatan pembangunan sarana pendukung pertanian. Tahun ini, Pemkab Sukoharjo mengalokasikan pembangunan berbagai infrastruktur pertanian. Seperti satu unit embung, dua sumur dangkal, 37 sumur dalam, 16 jalan usaha tani, serta 49 titik rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

"Dengan keterbatasan APBD, kami tetap berharap dukungan pemerintah pusat, terutama bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pak wamen tadi sudah melihat bagaimana efisiennya pengolahan tanah dengan mekanisasi. Kami berharap bantuan alsintan termasuk pengolah tanah, mesin panen, dan drone tambahan untuk membantu petani,” tutur Etik.

Sementara itu, Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menetapkan suasembada pangan sebagai prioritas nasional. Dalam kurun setahun terakhir, presiden menerbitkan 19 regulasi untuk memperkuat sektor pertanian. Mulai dari kebijakan pupuk, benih, hingga irigasi.

“Yang kita inginkan adalah mengelola negara dengan cara Presiden Prabowo. Menempatkan pertanian sebagai prioritas utama. Pangan harus diproduksi dalam negeri, tidak boleh bergantung pada impor,” tegas Sudaryono.

Ia mencontohkan pembenahan distribusi pupuk, yang kini lebih sederhana dan tepat sasaran. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk dan memperbaiki regulasi, agar langsung diterima petani tanpa perantara distributor.

“Pemerintah memastikan pupuk cukup, terjangkau, dan cepat sampai ke petani. Banyak keluhan tentang pupuk terlambat, itu semua mulai diselesaikan,” ujarnya.

Sudaryono juga menyoroti pembenahan besar-besaran di sektor irigasi melalui instruksi presiden. Seluruh irigasi, baik kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten bisa diperbaiki langsung oleh pemerintah pusat jika dibutuhkan.

“Tahun ini presiden memperbaiki lebih dari 80 ribu titik irigasi se Indonesia. Sukoharjo termasuk yang mendapat perhatian, karena semangat petaninya luar biasa dan pemerintah daerahnya sangat serius,” ungkapnya.

Sudaryono juga meminta Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo segera menginventarisasi titik irigasi yang bermasalah untuk diajukan perbaikan.

“Sukoharjo harus jadi yang terbaik di Jawa Tengah. Kalau ada kekurangan, mari dibenahi bersama,” lanjutnya.

Sudaryono juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal upaya peningkatan produksi pangan di daerah.

“Dengan kerja bersama, mekanisasi yang tepat, pupuk yang cukup, dan irigasi yang baik, kita optimistis swasembada pangan tercapai,” bebernya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#bupati sukoharjo etik suryani panen raya di mojolaban #ketahanan pangan sukoharjo #swasembada pangan sukoharjo #panen raya sukoharjo #wamentan sudaryono panen raya di sukoharjo