RADARSOLO.COM – Jelang momentum Natal dan tahun baru (Nataru), harga sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan di pasar-pasar tradisional di Sukoharjo. Di antaranya cabai rawit merah, cabai merah besar, hingga bawang merah. Kendati demikian, kenaikan tersebut masih di ambang kewajaran.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Iwan Setiono menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas ini hasil pantauan di empat pasar tradisional. Mulai dari Pasar Ir Soekarno, Pasar Bekonang, Pasar Tawangsari, dan Pasar Kartasura.
“Kenaikan harga ini perlu menjadi perhatian, karena termasuk bahan pangan yang sering dikonsumsi masyarakat. Memasuki akhir tahun, permintaan mulai naik. Beberapa komoditas menunjukkan penyesuaian harga, namun masih dalam kategori wajar,” jelas Iwan, Rabu (3/12).
Komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni cabe merah besar. Kini dibanderol Rp 50 ribu per kilogram (kg). Kemudian bawang merah naik tipis jadi Rp 44.250 per kg, garam yodium Rp 1.875 per buah, serta kacang tanah Rp 29.750 per kg.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi, yakni cabe rawit merah. Kini harganya menyentuh Rp 65.750 per kg.
“Fluktuasi harga ini terjadi karena dinamika permintaan dan distribusi menjelang akhir tahun. Kami terus memantau agar kenaikan harga tidak melonjak tajam,” imbuh Iwan.
Ada yang naik, ada pula yang harganya turun. Salah satunya komoditas cabe rawit hijau. Kini turun menjadi Rp 32 ribu per kg. Sementara komoditas lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga.
“Kami pantauan rutin untuk antisipasi agar pasokan tetap aman dan harga tidak mengalami gejolak berlebihan. Karena nanti yang merasakan dampaknya ya masyarakat. Kami juga ingin memastikan distribusi berjalan lancar,” ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto