RADARSOLO.COM – Lelang tanah kas desa digelar di balai Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Kamis (4/12). Lelang diikuti 50 petani, yang ditarget menghasilkan pendapatan asli desa (PADes) Rp 120 juta.
Lelang dipimpin Sekretaris Desa (Sekdes) Pranan Joko Suwing. Limit harganya bervariasi, mulai dari Rp 1,2 juta-Rp 20 juta per petak lahan.
“Kami membatasi, satu petani maksimal memenangkan dua petak lahan saja. Pembatasan ini untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi warga,” jelas Kepala Desa (Kades) Pranan Jigong Sardjanto.
Tercatat 35 bidang tanah seluas 12.259 meter persegi dilelang. Menariknya, hasil lelang melebihi target.
“Alhamdulillah hasil lelang mencapai Rp 159.350.000. Ini akan menjadi tambahan penting bagi PADes kami,” imbuh Jigong.
Menurut Jigong, lelang ini momentum penting dalam memperkuat PADes. “Kami bersyukur lelang berjalan lancar dan hasilnya melebihi target. Semoga bermanfaat untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.
Hadir dalam lelang, Camat Polokarto Herry Mulyadi. Menurutnya, mekanisme lelang tanah kas desa berbeda-beda di tiap wilayah.
“Beberapa desa menerapkan sistem lelang yang sifatnya terbuka. Contohnya Desa Pranan ini. Seluruh peserta hadir langsung dan penawaran dilakukan secara verbal,” bebernya.
Di sisi lain, ada juga desa yang menerapkan lelang sistem tertutup. Pemandu lelang menyampaikan harga limit, lalu peserta menulis penawaran dalam amplop tertutup. Pemenangnya yang memberi harga tertinggi. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto