RADARSOLO.COM – Bangunan enam sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sukoharjo yang sudah lama di-regrouping atau digabungkan dengan sekolah lain, kini dimanfaatkan untuk kepentingan desa. Salah satunya unntuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo, Rabu (10/12).
Havid menjelaskan, keenam SD tersebut tersebar di beberapa wilayah. Masing-masing di Kecamatan Bulu, Kartasura, Sukoharjo Kota, Nguter, dan Weru. Sekolah-sekolah tersebut sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dalam waktu yang cukup lama, sehingga bangunannya mangkrak.
“Di Kabupaten Sukoharjo ada enam sekolah dasar yang sudah di-regrouping dan diminta oleh pemerintah desa setempat untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ke depan tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa bertambah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, secara administrasi bangunan gedung sekolah merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui disdikbud. Namun demikian, sebagian besar lahan tempat berdirinya bangunan tersebut berstatus tanah milik desa.
“Karena sudah lama tidak ada kegiatan belajar mengajar dan gedungnya tidak terpakai, maka pemerintah desa mengajukan permohonan agar tanah dan bangunan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan desa, salah satunya pembangunan KDMP,” terang Havid.
Menurutnya, proses pemanfaatan aset tersebut saat ini sudah berjalan dengan beberapa tahapan yang berbeda. Ada lokasi yang sudah mulai proses pembangunan KDMP, sementara di lokasi lain masih dalam tahapan administrasi berupa pelepasan aset pemerintah daerah.
“Sebagian sudah berproses dibangun Koperasi Desa Merah Putih, sebagian lagi masih dalam proses pelepasan aset sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Havid juga menambahkan, pada beberapa titik bangunan sekolah lama harus dibongkar karena tidak sesuai dengan spesifikasi bangunan yang dibutuhkan untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.
“Gedung lama ada yang harus dibongkar karena memang tidak sesuai spesifikasi untuk KDMP. Nantinya akan dibangun bangunan baru yang lebih representatif sesuai fungsi koperasi,” pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto