SUKOHARJO, Radar Solo – Jajaran Polres Sukoharjo bersama TNI, pemerintah kabupaten (pemkab), dan stakeholder lainnya menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral Operasi Lilin Candi 2025. Rakor digelar di Aula R. Kusnadi Polres Sukoharjo, Rabu (10/12). Nantinya, akan diterjunkan 659 personel untuk amankan momentum Natal dan tahun baru (Nataru).
Rakor dipimpin Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo. Dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, yang mewakili bupati Etik Suryani. Rakor juga dihadiri pimpinan instansi vertikal, TNI, tokoh agama lintas iman, hingga perwakilan relawan.
Anggaito menegaskan, Operasi Lilin Candi 2025 merupakan agenda tahunan dengan tingkat kerawanan cukup tinggi. Mengingat mobilitas masyarakat meningkat signifikan pada periode Nataru. Karena itu, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan.
“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyatukan langkah strategis. Mulai dari pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, objek wisata, hingga kelancaran arus lalu lintas. Operasi harus dilaksanakan secara terpadu, efektif, tepat sasaran, dan tetap humanis,” tegas Anggaito.
Pengamanan Nataru akan menerjunkan 659 personel. Rinciannya, 392 personel Polri, 112 personel TNI, dan 155 personel dari instansi terkait. Pengamanan fokus pada arus mudik dan balik, kawasan wisata, pusat keramaian, permukiman, serta ibadah Natal.
“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat bisa merayakan Natal dan tahun baru dengan aman dan nyaman. Karena itu, koordinasi dan sinergi antarinstansi sangat penting. Mulai dari pengamanan tempat ibadah, titik keramaian, hingga antisipasi bencana alam di musim hujan,” papar Wabup Eko Sapto Purnomo.
Eko menambahkan, Pemkab Sukoharjo siap mendukung penuh Operasi Lilin Candi 2025. Termasuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya di sektor kesehatan, transportasi, dan fasilitas umum. Ia juga meminta seluruh OPD terkait meningkatkan kewaspadaan selama periode pengamanan.
Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Doohan Octa menambahkan, peningkatan volume lalu lintas diprediksi terjadi di jalur Solo–Wonogiri, Solo–Wonosari, Bundaran Kartasura, serta jalur alternatif pedesaan.
"Pos pengamanan dan pos pelayanan akan ditempatkan di titik strategis dengan melibatkan Dishub, Satpol PP, Dinkes, PMI, serta relawan," ujarnya.
Dukungan pengamanan juga disampaikan Dandim 0726/Sukoharjo melalui Pasi Intel Kapten Arh Bahrun. Ia menegaskan TNI siap mendukung penuh Polres Sukoharjo dalam seluruh tahapan Operasi Lilin Candi 2025. Babinsa bersama Bhabinkamtibmas disebut menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan komunikasi dengan masyarakat.
“TNI menyiagakan seluruh jajaran Koramil untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, kemacetan, hingga potensi bencana. Operasi ini bukan sekadar pengamanan, tetapi juga pelayanan kemanusiaan yang harus dijalankan secara humanis dan profesional,” tegasnya.
Dari sisi kebencanaan, BPBD Sukoharjo mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi selama Desember hingga Februari, termasuk banjir, longsor, dan angin kencang. BPBD menyiagakan posko siaga 24 jam, Tim Reaksi Cepat, serta peralatan dan logistik darurat untuk mendukung Operasi Lilin Candi 2025.
Sementara itu, Ketua Dewan Gereja Kabupaten Sukoharjo Pendeta Yabat M., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Natal sudah berlangsung sejak awal Desember, dengan puncak acara Natal Bersama 2025 bertajuk Journey to Christmas pada 18–19 Desember di Atrium The Park Solo Baru.
"Kami mengapresiasi dukungan pengamanan dari Polres Sukoharjo dan seluruh pihak terkait," ujarnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto