Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perkuat Layanan Psikososial, Tagana Latih Polisi Tangani Psikogis Korban Bencana Alam

Iwan Kawul • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:26 WIB
Forum Belajar Bersama anggota Polres Sukoharjo terkait trauma healing korban bencana alam.
Forum Belajar Bersama anggota Polres Sukoharjo terkait trauma healing korban bencana alam.

RADARSOLO.COM – Satbinmas Polres Sukoharjo memperkuat kesiapsiagaan personel dalam penanganan dampak psikologis korban bencana melalui kegiatan Forum Belajar Bersama bertema Dasar-Dasar Layanan Dukungan Psikososial. Kegiatan ini menghadirkan Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kabupaten Sukoharjo sebagai pemateri.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kabag SDM Kompol Tiswanti menegaskan, peningkatan kompetensi layanan psikososial menjadi bagian penting dari tugas kepolisian, terutama saat menghadapi situasi kedaruratan dan bencana. Ia mengapresiasi keterlibatan Tim Tagana yang dinilai memiliki pengalaman lapangan kuat dalam pendampingan korban bencana.

“Personel Polres Sukoharjo, khususnya Polwan dan Bhabinkamtibmas, perlu memiliki pemahaman yang komprehensif tentang layanan dukungan psikososial. Ini penting untuk memperkuat Tim Trauma Healing Polres Sukoharjo agar siap diterjunkan saat masyarakat membutuhkan,” ujar Kompol Tiswanti kepada koran ini, Minggu (14/12).

Dalam forum tersebut, Tim Tagana yang diwakili oleh Candra, Denny, dan Solikin memaparkan peran strategis Tagana sebagai bagian dari Dinas Sosial dalam penanggulangan bencana. Materi meliputi pemetaan wilayah rawan bencana di Kabupaten Sukoharjo, di antaranya Kecamatan Grogol dan Mojolaban, mekanisme pendirian dapur umum, hingga teknis pelaksanaan layanan dukungan psikososial bagi korban terdampak.

Tim Tagana menekankan bahwa penanganan korban bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga pada aspek emosional dan psikologis. Kelompok rentan, terutama anak-anak, membutuhkan perhatian khusus melalui aktivitas permainan, kegiatan kreatif, serta penataan tenda pengungsian yang ramah anak guna membantu proses pemulihan trauma.
Selain itu, pengelolaan kebutuhan dasar seperti makanan dan fasilitas MCK juga menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan di lokasi pengungsian. Kondisi lingkungan yang layak dinilai berpengaruh besar terhadap stabilitas psikologis para korban.

Kata Triswanti, dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait teknik trauma healing, termasuk penanganan korban dengan latar isu sensitif seperti SARA. Menanggapi hal tersebut, Tim Tagana menekankan pentingnya sikap netral, penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, serta pengelompokan korban berdasarkan usia agar pendampingan berjalan efektif.

"Untuk kasus trauma berat, narasumber menjelaskan bahwa pendamping perlu memahami latar belakang korban, menciptakan rasa aman, serta memberikan motivasi secara berkelanjutan. Bentuk dukungan emosional seperti sentuhan atau pelukan dapat dilakukan selama sesuai dengan kebutuhan korban dan situasi memungkinkan," ujar Triswanti.

Melalui Forum Belajar Bersama ini, Kapolres Sukoharjo berharap kemampuan personel Polres Sukoharjo semakin meningkat dalam memberikan layanan dukungan psikososial yang humanis dan profesional, khususnya saat terjadi bencana atau peristiwa yang berpotensi menimbulkan trauma di tengah masyarakat. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Tim trauma healing Polres Sukoharjo #Tagana polres sukoharjo pelatihan trauma healing #Tagana latih polisi sukoharjo trauma healing