Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Safari Gemarikan Di Sukoharjo, Bagikan 700 Paket Ikan Untuk Dukung Penurunan Stunting

Iwan Kawul • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:12 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wabup Sapto Eko Purnomo sambangi SD di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Selasa (16/12).
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wabup Sapto Eko Purnomo sambangi SD di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Selasa (16/12).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo terus memperluas kegiatan safari gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan), sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Program nasional yang telah dicanangkan sejak 2004 ini kembali digelar di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Selasa (16/12), dengan penyaluran ratusan paket ikan segar beku kepada kelompok sasaran prioritas.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, gemarikan merupakan program nasional yang hingga kini tetap dan terus dilaksanakan melalui berbagai sumber pendanaan, baik anggaran pusat, provinsi, kabupaten dan kota, hingga dukungan dana desa serta CSR. Di Sukoharjo sendiri, Gemarikan telah menjadi kegiatan prioritas dispertanikan selama lebih dari 10 tahun terakhir.

“Sejak program penurunan stunting mulai digencarkan pada 2019, Gemarikan turut berperan aktif mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini kami lakukan untuk mensosialisasikan manfaat makan ikan sekaligus memotivasi masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan,” kata Bagas.

Melalui kegiatan perluasan safari Gemarikan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan menyerahkan 700 paket Gemarikan berupa ikan segar beku kepada balita, ibu hamil, wanita usia subur, serta remaja produktif di Desa Sanggrahan. Selain itu, Kabupaten Sukoharjo juga menerima bantuan benih ikan sebanyak 40 ribu ekor yang akan dibagikan kepada lima kelompok pembudi daya ikan di wilayah Sukoharjo.

Bagas menegaskan, peningkatan angka konsumsi ikan khususnya di Kabupaten Sukoharjo menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas nasional, pemenuhan gizi masyarakat, serta percepatan penurunan stunting.

“Harapannya, dengan meningkatnya konsumsi ikan, akan tercipta generasi yang kuat, sehat, dan cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan bahwa Gemarikan merupakan gerakan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi ikan bagi tubuh. Gerakan ini sekaligus mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai menu konsumsi sehari-hari guna meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI).

“Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus berupaya meningkatkan angka konsumsi ikan melalui penganggaran APBD. Kegiatan Gemarikan dilaksanakan dengan sosialisasi gemar makan ikan kepada anak sekolah dasar, anak prasekolah, serta balita di posyandu, terutama di desa-desa lokus penurunan stunting,” jelas Etik.

Etik mengungkapkan, angka konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Sukoharjo dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan. Namun, capaian AKI Sukoharjo saat ini baru mencapai 24,2 kilogram per kapita per tahun, masih jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang mencapai 58 kilogram per kapita per tahun.

“Karena itu dibutuhkan upaya yang terus-menerus dari berbagai unsur, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk memberikan pemahaman tentang keunggulan gizi ikan agar pola makan masyarakat berubah dan angka konsumsi ikan dapat meningkat,” tegasnya.

Menurut Etik, Gemarikan menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting, sejalan dengan fokus pemerintah pada pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi ikan sejak dini.

“Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk membangun sel dan jaringan tubuh bayi dalam kandungan. Kandungan omega 3 dan omega 6 berperan penting dalam perkembangan otak dan kecerdasan, serta vitamin dan mineralnya baik untuk pertumbuhan tulang, gigi, dan kesehatan mata,” paparnya.

Bupati juga menekankan pentingnya peran remaja putri sebagai calon ibu di masa depan untuk membiasakan pola makan bergizi, termasuk konsumsi ikan. Kandungan zat besi, yodium, vitamin D, dan nutrisi lainnya pada ikan dinilai mampu mencegah anemia, menjaga kesehatan tulang, serta mendukung keseimbangan hormon.

Dalam kesempatan tersebut, Etik turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta mitra kerja Ketua DPR RI, Dr. Honoris Causa Puan Maharani, yang telah menginisiasi dan mendukung program perluasan safari Gemarikan di Kabupaten Sukoharjo.

“Bantuan paket Gemarikan kepada 700 sasaran ini diharapkan menjadi stimulus dan motivasi masyarakat agar lebih gemar dan rutin mengonsumsi ikan. Kami juga berharap muncul inovasi dalam pengolahan dan penyajian ikan agar lebih menarik, terutama bagi keluarga muda dan remaja,” ungkapnya.

Etik mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, pelajar, mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan gerakan Gemarikan.

“Mari kita jadikan pola makan sehat berbasis ikan sebagai bagian dari budaya hidup, demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Gemarikan sukoharjo #Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo #dispertanikan sukoharjo