RADARSOLO.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari kembali melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, sebagai lanjutan dari rangkaian kegiatan yang digelar pada 8–9 Desember 2025. Kegiatan ini diarahkan untuk memperdalam sikap, tanggung jawab, serta peran nyata struktur, kader, dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan sosial yang kian kompleks.
Sosialisasi digelar dalam satu hari di tiga lokasi berbeda pada Senin kemarin (15/12). Pola ini dilakukan untuk menjangkau lebih luas elemen kader dan relawan, dengan penekanan materi yang saling melengkapi, mulai dari penguatan komitmen kebangsaan, keberpihakan sosial, hingga peran perjuangan di ruang digital.
Dalam sesi pagi dan siang, Abdul Kharis menegaskan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti pada tataran konsep. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan melalui kehadiran nyata kader di tengah masyarakat, terutama dalam merespons persoalan kemanusiaan, kebencanaan, dan kesenjangan sosial.
“Empat Pilar adalah standar moral dalam bertindak. Ketika rakyat menghadapi kesulitan, di situlah komitmen kebangsaan diuji,” tegasnya.
Ia menekankan, kader dan simpatisan dituntut konsisten memperjuangkan nilai kebangsaan melalui kerja pelayanan dan empati sosial, bukan sekadar pemahaman normatif.
Sementara itu, dalam sesi sosialisasi di Sukoharjo yang dihadiri Relawan Digital PKS, Abdul Kharis memberikan penekanan khusus pada pentingnya peran ruang digital sebagai medan perjuangan kebangsaan. Ia menilai media sosial kini menjadi arena strategis dalam menjaga persatuan dan membangun optimisme publik.
“Perjuangan tidak lagi hanya di lapangan fisik. Hari ini, media sosial dan ruang digital adalah medan penting. Relawan digital harus menjadi pejuang nilai, pembawa narasi kebenaran, dan penjaga etika kebangsaan,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar aktivitas digital kader diarahkan pada penyebaran konten yang edukatif, menyejukkan, serta menumbuhkan empati dan solidaritas sosial, bukan sebaliknya memperkeruh suasana atau memperlebar polarisasi.
Rangkaian kegiatan Sosialisasi Empat Pilar pada 15 Desember ini menegaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Sosialisasi diposisikan sebagai proses berkelanjutan untuk membangun kader yang kokoh secara ideologis, aktif dalam kerja sosial, serta adaptif dan tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk di ruang digital. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno