Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wiwitan MT I Digelar di Mulur, Wujud Syukur Petani Sekaligus Daya Tarik Wisata

Iwan Kawul • Rabu, 17 Desember 2025 | 22:35 WIB
Tradisi wiwitan sebagai penanda dimulainya Masa Tanam 1 (MT 1) di hamparan sawah Kelompok Tani Puspito Tani, tepatnya di belakang Balai Desa Mulur, Rabu (17/12).
Tradisi wiwitan sebagai penanda dimulainya Masa Tanam 1 (MT 1) di hamparan sawah Kelompok Tani Puspito Tani, tepatnya di belakang Balai Desa Mulur, Rabu (17/12).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo menggelar tradisi wiwitan sebagai penanda dimulainya Masa Tanam 1 (MT 1) di hamparan sawah Kelompok Tani Puspito Tani, tepatnya di belakang Balai Desa Mulur, Rabu (17/12). Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur petani sekaligus doa bersama agar tanaman padi terhindar dari hama dan menghasilkan panen yang melimpah.

Kepala Desa Mulur Sugeng Riyadi menjelaskan, wiwitan merupakan tradisi turun-temurun yang masih terus dijaga oleh masyarakat petani. Dalam prosesi tersebut, petani menggelar bancaan atau kenduri sebagai simbol permohonan keselamatan dan keberkahan sebelum mulai menanam padi di sawah.

“Ini acara wiwitan. Secara tradisi, petani melakukan wiwitan ketika akan mulai menanam padi. Jadi kita mengadakan bancaan atau kendurinan yang dinamai wiwitan. Ini sebagai salah satu wujud rasa syukur sekaligus memohon kepada Allah agar tanaman padi nantinya terhindar dari hama, panennya melimpah, dan rezekinya barokah,” ujar Sugeng Riyadi.

Menurutnya, pelaksanaan wiwitan untuk musim tanam pertama ini tidak hanya memiliki makna spiritual dan budaya bagi petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi leluhur. Desa Mulur secara konsisten berupaya menjaga kearifan lokal agar tidak hilang tergerus zaman.

Selain itu, tradisi wiwitan juga sengaja dikemas sebagai atraksi budaya untuk mendukung Desa Mulur sebagai desa wisata. Sugeng menilai, kegiatan berbasis tradisi pertanian memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang ingin mengenal lebih dekat budaya lokal dan kehidupan petani pedesaan.

“Ini bagian dari upaya nguri-uri tradisi leluhur sekaligus melengkapi atraksi di Desa Mulur sebagai desa wisata. Harapannya bisa menjadi daya tarik wisata, karena tradisi pertanian seperti ini punya nilai budaya yang tinggi,” tambahnya.

Dengan digelarnya wiwitan MT I ini, Pemerintah Desa Mulur berharap semangat kebersamaan petani semakin kuat, hasil pertanian meningkat, serta nilai-nilai budaya lokal tetap lestari dan memberi manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata desa. (kwl)

Editor : fery ardi susanto
#Masa tanam 1 Sukoharjo #Tradisi wiwitan desa mulur sukoharjo