RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo menyiapkan dua sekolah dasar negeri unggulan sebagai pilot project pengembangan kualitas pendidikan. Dua sekolah tersebut adalah SD Negeri Weru 1 di Kecamatan Weru dan SD Negeri Telukan 1 di Kecamatan Grogol.
Plt Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan, penetapan dua sekolah tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan pendidikan dasar yang berkualitas dan berdaya saing. Program sekolah unggulan ini dirancang dengan pendekatan pengembangan holistik siswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.
Havid menegaskan, lulusan dari sekolah unggulan ini diharapkan benar-benar menjadi anak yang berkarakter dan berakhlak, baik dari sisi akhlak maupun akademis.
“Target kami jelas, anak-anak lulus tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, sikap disiplin, dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Pengembangan holistik tersebut mencakup penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi utama pembelajaran. Selain itu, siswa juga akan diperkenalkan lebih jauh pada sains dan teknologi, sejalan dengan kebutuhan di era digital.
“Anak-anak tidak hanya diajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dikenalkan dengan sains dan teknologi secara kontekstual,” kata Havid.
Aspek karakter dan akhlak menjadi perhatian utama dalam program ini. Nilai-nilai religi, kedisiplinan, serta pembentukan sikap positif akan ditanamkan sejak dini melalui pembiasaan di lingkungan sekolah. Di sisi lain, pengembangan soft skill juga diperkuat, seperti kewirausahaan, kemandirian, serta pengembangan seni, agar siswa tumbuh percaya diri dan kreatif.
Program sekolah unggulan ini turut menaruh perhatian pada kepedulian lingkungan. Siswa akan dibiasakan dengan perilaku ramah lingkungan melalui berbagai kegiatan edukatif.
Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, dan seni tetap menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, kerja sama, dan sportivitas siswa.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Disdikbud Sukoharjo menyiapkan fasilitas yang memadai, termasuk digitalisasi sarana pembelajaran. Sekolah unggulan akan didorong memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa seragam gratis bagi siswa sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan.
Lebih lanjut, Havid mengungkapkan bahwa penyiapan sekolah unggulan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang penataan SD Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Ke depan, satu Kecamatan ada satu sekolah unggul, dan per kecamatan akan di sederhanakan jumlah sekolah maksimal 4 sekolah guna peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan di kota makmur
“Sekolah-sekolah negeri yang sudah ada nantinya akan dipadatkan menjadi empat SD Negeri di setiap kecamatan, tetapi berkualitas, dengan kualitas yang unggul. Fokus kami adalah peningkatan mutu, sehingga lulusan siap menghadapi masa depan di era digital dengan bekal akademik dan akhlak yang baik,” pungkasnya. (kwl)
Editor : fery ardi susanto