Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tren Kejahatan di Sukoharjo Naik 12,5 Persen, Polres Sukoharjo Klaim Tetap Kondusif

Iwan Kawul • Kamis, 1 Januari 2026 | 10:46 WIB
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat jumpa pers akhir tahun Polres Sukoharjo yang digelar di lobi Mapolres Sukoharjo, Rabu (31/12).
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat jumpa pers akhir tahun Polres Sukoharjo yang digelar di lobi Mapolres Sukoharjo, Rabu (31/12).

RADARSOLO.COM – Angka kriminalitas di Kabupaten Sukoharjo sepanjang 2025 mengalami kenaikan cukup signifikan. Tren kejahatan tercatat meningkat 12,5 persen atau bertambah 219 kasus dibandingkan tahun 2024.

Meski demikian, Polres Sukoharjo menegaskan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terkendali, seiring dengan meningkatnya kinerja pengungkapan dan penyelesaian perkara oleh jajaran kepolisian.

Gambaran tersebut disampaikan dalam jumpa pers akhir tahun Polres Sukoharjo yang digelar di lobi Mapolres Sukoharjo, Rabu (31/12).

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, didampingi Wakapolres Kompol Pariastutik, para pejabat utama (PJU), serta kapolsek jajaran, dan dihadiri puluhan wartawan media cetak dan elektronik.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengungkapkan, sepanjang 2025 jumlah tindak pidana yang ditangani Polres Sukoharjo mencapai 1.964 kasus, naik dari 1.745 kasus pada tahun 2024.

Namun, peningkatan tersebut diimbangi dengan naiknya penyelesaian perkara sebesar 1,63 persen, dari 1.658 kasus menjadi 1.685 kasus.

“Meski tren kejahatan meningkat, kami memastikan penanganan perkara juga berjalan maksimal. Ini menunjukkan kehadiran Polri tetap dirasakan masyarakat,” tegas Anggaito.

Anggaito kembali menegaskan, secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Sukoharjo masih dalam kondisi aman dan kondusif. Hal itu tidak lepas dari sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dari sisi potensi kerawanan, Kapolres memaparkan sejumlah aspek yang menjadi perhatian. Pada bidang ideologi, terdapat 60 mantan narapidana terorisme ber-KTP Sukoharjo yang berdomisili di wilayah tersebut, terdiri dari 18 orang kategori level merah dan 42 orang kategori level hijau. Seluruhnya terus dilakukan pemantauan dan pendekatan preventif secara berkelanjutan.

Di bidang politik, Kabupaten Sukoharjo direncanakan menggelar pemilihan kepala desa serentak di 126 desa pada 2026. Polres Sukoharjo telah melakukan pemetaan kerawanan dan menyiapkan langkah pengamanan sejak dini untuk menjaga stabilitas daerah.

Sementara dari sisi ekonomi, stabilitas dinilai relatif terjaga. Hingga akhir 2025, sebanyak 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pemasok menu makan bergizi gratis (MBG) telah beroperasi dan tidak ditemukan kelangkaan bahan pokok penting. Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap stabilitas sosial masyarakat.

Di bidang sosial budaya, Polres Sukoharjo masih menghadapi dinamika persoalan mantan karyawan PT Sritex serta potensi gesekan antarperguruan pencak silat. Upaya preemtif dan preventif terus dilakukan guna mencegah konflik terbuka.

Kapolres juga menyoroti peningkatan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan yang menjadi fokus penanganan jajaran kepolisian. Selain itu, sejumlah kasus besar berhasil diungkap sepanjang 2025.

Kasus menonjol tersebut di antaranya tindak pidana korupsi penyalahgunaan jabatan oleh oknum mantri bank BUMN dengan modus kredit fiktif, tawuran antar kelompok yang mengakibatkan korban luka, serta pengungkapan peredaran narkotika dengan barang bukti lebih dari satu kilogram sabu dan ribuan butir pil ekstasi.

“Pengungkapan kasus-kasus besar ini menjadi bukti keseriusan kami dalam penegakan hukum, terutama terhadap kejahatan yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Kapolres.

Pada sektor lalu lintas, angka kecelakaan juga mengalami kenaikan sekitar 15 persen, dari 1.514 kasus pada 2024 menjadi 1.740 kasus pada 2025, dengan kerugian material mencapai Rp1,42 miliar. Penindakan pelanggaran lalu lintas meningkat 0,6 persen, dengan total denda mencapai Rp303,62 juta.

Sebagai bentuk pembinaan internal dan motivasi kinerja, Polres Sukoharjo memberikan reward kepada 39 personel Polri berprestasi dan 12 warga masyarakat yang dinilai aktif membantu tugas kepolisian. Sebaliknya, punishment dijatuhkan kepada empat anggota Polri sebagai wujud komitmen penegakan disiplin dan profesionalisme.

Selain penegakan hukum, Polres Sukoharjo juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi, di antaranya pembentukan fungsi Pamapta sebagai tindak lanjut kebijakan Kapolri serta renovasi ruang pelayanan SPKT di tingkat Polres dan Polsek agar lebih humanis dan nyaman.

Sepanjang 2025, Polres Sukoharjo terlibat aktif dalam pengamanan berbagai agenda strategis, mulai dari May Day, arus mudik Lebaran, perayaan Natal dan Tahun Baru, hingga pengamanan aksi damai eks karyawan PT Sritex yang seluruhnya berjalan aman dan kondusif.

Dalam mendukung Program Asta Cita Presiden, Polres Sukoharjo juga berkontribusi melalui rehabilitasi jembatan penghubung Karanganyar–Jatingarang di Kecamatan Weru, penyaluran beras SPHP dalam Gerakan Pangan Murah, serta penanaman serentak di 12 kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Menutup paparan akhir tahun, Kapolres Sukoharjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder atas dukungan yang telah diberikan, sekaligus memohon masukan dan pengawasan publik agar Polri terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengabdian.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami berkomitmen untuk terus hadir, bekerja, dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” pungkas AKBP Anggaito. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Angka kejahatan di sukoharjo meningkat #nataru 2025 #Tren kejahatan sukoharjo 2025