RADARSOLO.COM – Proses pemadaman kebakaran gudang gas elpiji di bekas penggilingan padi di Dusun Bangsan RT 01/01, Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo baru benar-benar selesai pada Minggu (4/1) dini hari.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) menuntaskan proses pemadaman dan pendinginan hingga pukul 00.25, untuk memastikan api tidak menyala kembali.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono saat dikonfirmasi, Minggu (4/1) mengatakan, lamanya proses penanganan dilakukan karena api sempat membesar, sehingga memerlukan penanganan ekstra hati-hati.
“Pemadaman dan pendinginan baru selesai sekira pukul 00.25. Petugas harus memastikan benar-benar aman,” ujar Margono.
Margoni menjelaskan, kebakaran dilaporkan pertama kali pada Sabtu malam (3/1) pukul 21.49. Petugas Damkar Sukoharjo berangkat ke lokasi enam menit kemudian dan tiba di lokasi sekira pukul 22.14, dengan waktu respons kurang lebih 19 menit. Jarak lokasi kebakaran dari Pos Damkar Sukoharji sekitar 17 kilometer.
Dalam proses pemadaman, Damkar Sukoharjo mengerahkan tiga unit armada, yakni armada 04, armada 06, serta satu unit tangki suplai air. Sedikitnya 25 ribu liter air digunakan untuk menjinakkan api hingga benar-benar padam.
“Kerusakan bangunan diperkirakan mencapai 90 persen. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” jelas Margono.
Selain Damkar Sukoharjo, proses pemadaman juga melibatkan PMI Sukoharjo, PMI Solo, BPBD Sukoharjo, SAR, PSC, Polri, serta satu unit mobil pemadam dari PMK Solo. Seluruh personel dan peralatan pemadaman dipastikan kembali dalam kondisi lengkap dan aman setelah penanganan selesai.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, bangunan yang terbakar merupakan bekas penggilingan padi yang sudah lama tidak beroperasi, kemudian dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan gas elpiji. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto