RADARSOLO.COM – Upaya mitigasi bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. Salah satunya bersih-bersih Kali Jenes di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Minggu (4/1). Kegiatan ini fokus pada dua titik yang selama ini rawan tersumbat sampah.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, bersih-bersih sungai untuk mengantisipasi potensi banjir. Terutama saat intensitas hujan meningkat.
Menurutnya, Kali Jenes berperan penting karena berhulu di Boyolali dan bermuara di Sungai Bengawan Solo. Sehingga kelancaran aliran air harus tetap dijaga.
“Pembersihan ini merupakan bagian dari mitigasi bencana. Kali Jenes membawa aliran dari hulu hingga hilir. Jadi saat terjadi penyumbatan di satu titik saja, dampaknya bisa meluas ke permukiman warga,” kata Ariyanto di sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, tumpukan bambu, ranting, dan material lain yang menghambat aliran sungai diangkat secara gotong royong. Ariyanto menegaskan, selain faktor alam, aktivitas manusia juga kerap memperparah kondisi sungai.
Aksi bersih sungai ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, relawan kebencanaan, TNI/ Polri, perangkat desa, hingga warga setempat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting, untuk membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami mengapresiasi keterlibatan semua pihak. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan. Selain itu, masyarakat semakin peduli untuk tidak membuang sampah ke sungai,” imbuhnya.
Sementara itu, BPBD Sukoharjo mengimbau warga yang tinggal di bantaran Kali Jenes agar selalu waspada. Terutama saat curah hujan tinggi. Selain itu, segera melaporkan jika ditemukan sumbatan atau potensi bahaya di aliran sungai.
“Langkah pencegahan dini ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir. Termasuk meminimalkan dampak kerugian bagi masyarakat,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto