RADARSOLO.COM – Tokoh Muhammadiyah Kartasura Muh. Rofi Imtihan buka suara terkait rencana pembangunan masjid di bekas Terminal Kartasura. Menurutnya, rencana tersebut merupakan janji politik Bupati Sukoharjo Etik Suryani di masa kampanye Pemilu 2024 lalu.
Rofi menghaku mengapresiasi rencana pembangunan masjid di eks Terminal Kartasura. Mengingat lokasinya sangat strategis dan bisa dimanfaatkan sebagai rest area bagi para pengguna jalan. Terutama pada momentum bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
“Saya pribadi menyambut baik, karena letaknya di pinggir jalan utama. Ini bisa menjadi tempat singgah atau rest area. Bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga tempat beristirahat sejenak,” ujarnya, Selasa (6/1).
Rofi tidak menampik terkait pro dan kontra rencana tersebut. Dia mengakui, banyak pertanyaan mengapa harus dibangun masjid, bukan tempat ibadah agama lain. Termasuk pertanyaan seputar anggaran dan perizinan.
“Polemik pasti ada. Ada yang menyinggung kenapa bukan tempat ibadah lain? Ada juga yang menyinggung soal anggaran atau perizinan yang mudah. Semua itu rasional,” ujarnya.
Apa pun spekulasi yang beredar di akar rumput, Rofi mengklaim pembangunan masjid untuk merealisasikan janji politik bupati Etik. “Bagi kami warga Kartasura, ini soal janji politik. Dulu waktu kampanye, sudah disampaikan bekas terminal akan dijadikan masjid. Sekarang ketika direalisasikan, wajar terjadi dinamika. Karena ini bagian dari komitmen,” bebernya.
Dari sisi tata ruang, Rofi menilai eks Terminal Kartasura cocok dibangun masjid. Kabarnya, desain masjid mengadopsi budaya Keraton Kartasura. Sehingga memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.
Selain itu, juga berpotensi menggerakkan perekonomian warga sekitar. Berupa pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar masjid.
“Dari aspek ekonomi, pasti ada dampaknya. Kalau nanti ada UMKM atau kios-kios untuk usaha warga sekitar, tentu ini bisa menambah pendapatan dan menghidupkan kawasan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, bupati Etik mengaku pembangunan masjid di eks Terminal Kartasura merupakan salah satu program strategis pemerintah di 2026. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 25 miliar.
“Harapan kami, program strategis bupati dan wakil bupati bisa berjalan. Salah satunya Masjid Kartasura di bekas terminal,” ucap Etik. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto