RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menetapkan 10 program prioritas sebagai proyek strategis daerah yang harus segera direalisasikan pada awal tahun anggaran 2026. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo meyakini pembangunan tetap berjalan optimal meski APBD 2026 mengalami penurunan.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan, percepatan lelang dan pelaksanaan proyek-proyek tersebut menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan optimal meski APBD 2026 mengalami penurunan.
Dalam arahannya kepada para pengelola keuangan daerah, Etik meminta agar proyek strategis tidak ditunda dan segera dilelangkan sejak awal tahun.
“Kegiatan prioritas ini harus mendapatkan perhatian khusus agar pelaksanaan pembangunan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Etik.
Sepuluh program prioritas yang ditetapkan Pemkab Sukoharjo pada 2026 meliputi pembangunan Masjid di kawasan eks Terminal Kartasura, peningkatan Jalan Tanjunganom–Daleman, peningkatan Jalan Adi Sumarmo, pemeliharaan Pasar Kartasura, serta pembangunan Pujasera Alun-alun Sukoharjo.
Selain itu, pengadaan dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan kabupaten, peningkatan Jalan Tawangsari–Pojok, peningkatan Jalan Ambil-ambil–Tanjung, rehabilitasi saluran drainase Jalan Bekonang–Mojo, serta rehabilitasi Jembatan Sayegan (Calen Sonorejo) juga masuk dalam daftar prioritas utama.
Bupati Etik juga mengingatkan agar kegiatan pengadaan di luar proyek strategis tetap segera dilaksanakan, dengan tetap mengedepankan ketelitian dalam penyusunan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.
Ia menekankan bahwa realisasi anggaran harus berpedoman pada pagu yang tersedia, serta pencairan bantuan keuangan, hibah, dan bantuan sosial tidak menumpuk di akhir tahun.
“Seluruh program dan kegiatan yang dianggarkan dalam APBD harus mendukung visi dan misi Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaannya wajib sesuai aturan dan tidak bertentangan dengan kepentingan umum maupun peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” tegas Etik.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo Richard Tri Handoko menjelaskan, nilai APBD Sukoharjo 2026 mencapai Rp 2,8 triliun, atau turun sekitar Rp 204 miliar dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).
Meski demikian, Richard memastikan roda pembangunan tetap berjalan. Sepanjang 2026, Pemkab Sukoharjo menggulirkan 580 kegiatan dan 864 subkegiatan yang dilaksanakan oleh 39 organisasi perangkat daerah (OPD).
“Walaupun anggaran turun, proyek strategis dan program unggulan tetap kami jalankan,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain 10 proyek strategis, sejumlah program unggulan seperti Umrah Gratis untuk Takmir Masjid, Beasiswa Kuliah Sukoharjo Pintar, hingga santunan kematian juga tetap dilanjutkan.
“Proyek strategis dan program unggulan tetap bergulir demi mewujudkan visi dan misi kepala daerah,” pungkas Richard. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto