Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Barongan Bambu Roboh Ancam Sendang Wicaksoni Tinggalan PB X, Warga Polokarto Bergerak Bersih Lingkungan

Iwan Kawul • Minggu, 11 Januari 2026 | 08:22 WIB
Warga Dusun Denokan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo bersihkan barongan bambu yang roboh mengancam kelestarian Sendang Wicaksono, Minggu (11/1).
Warga Dusun Denokan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo bersihkan barongan bambu yang roboh mengancam kelestarian Sendang Wicaksono, Minggu (11/1).

RADARSOLO.COM – Rumpun barongan bambu yang ambruk ke sungai di Dusun Denokan, RT 01 RW 10, Desa/Kecamatan Polokarto, Sukoharjo dikhawatirkan mengancam kelestarian Sendang Wicaksono, sendang keramat peninggalan Pakubuwana X.

Peristiwa robohnya barongan bambu tersebut terjadi sekitar sepekan lalu dan lokasinya berada tidak jauh dari kawasan sendang bersejarah tersebut.

Ketua RT 01 RW 10 Dusun Denokan Fendi saat ditemui Minggu (11/1) mengatakan, tumbangnya barongan bambu ke aliran sungai berpotensi menimbulkan genangan air hingga banjir di kawasan sendang, terutama saat hujan deras. Kondisi ini dikhawatirkan dapat merusak sendang yang selama ini dijaga dan dihormati oleh warga sebagai peninggalan sejarah sekaligus sumber mata air.

Menurut Fendi, kejadian tersebut justru memunculkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya kawasan mata air dan situs bersejarah. Warga merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat Sendang Wicaksono agar tetap lestari dan tidak rusak akibat faktor alam maupun kelalaian manusia.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Polokarto Suharno turun langsung bersama puluhan warga untuk membersihkan barongan bambu yang melintang di sungai. Ia menyebutkan, antusiasme warga sangat tinggi karena lokasi tumbangnya rumpun bambu berada di kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat.

“Sendang Wicaksono ini sangat dijaga oleh warga. Pada malam-malam tertentu, banyak masyarakat yang datang untuk tirakat. Karena itu, ketika ada potensi gangguan seperti barongan bambu tumbang, warga langsung bergerak bersama,” ujar Suharno.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menyampaikan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya mitigasi bencana di sejumlah titik rawan. Salah satunya dengan mengurai barongan bambu yang melintang di Sungai Jenes, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura.

Selain itu, BPBD bersama ratusan relawan juga menggelar kegiatan mitigasi berupa bersih sungai di Kali Ngece yang berada di Desa Manang, Kecamatan Grogol, serta Desa Gentan, Kecamatan Baki. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko banjir dan bencana hidrometeorologi, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.

Upaya gotong royong warga dan dukungan dari pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi risiko bencana, sekaligus melindungi situs-situs bersejarah seperti Sendang Wicaksono agar tetap terjaga untuk generasi mendatang. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Sendang Wicaksono Peninggalan PB X #Sendang Wicaksono Peninggalan PB X di Polokarto #Sendang Wicaksono