Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Alun-Alun Sukoharjo Paling Kumuh Se Solo Raya Jadi Alasan Penataan

Iwan Kawul • Senin, 12 Januari 2026 | 18:41 WIB

 

Wajah kawasan Proliman atau simpang lima Sukoharjo bakal ditata, meliputi alun-alun, pujasera, hingga koridor empat arah.
Wajah kawasan Proliman atau simpang lima Sukoharjo bakal ditata, meliputi alun-alun, pujasera, hingga koridor empat arah.

RADARSOLO.COM – Kawasan Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo disebut-sebut sangat tidak representatif. Bahkan kawasan itu tertinggal dari alun-alun di daerah lain, khususnya di Solo Raya.

Banyak pedagang dengan tenda yang beda. Selain itu parkir di badan jalan dan genangan banjir saat hujan. Hal itu jadi perbincangan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukoharjo Rudiyanto menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan agenda penataan Kawasan Proliman Sukoharjo, termasuk di dalamnya Alun-Alun Satya Negara.

”Dokumen penataan Kawasan Proliman yang di dalamnya terdapat Alun-Alun Satya Negara, Pujasera, Koridor Timur (arah RSUD) Koridor Selatan (arah Masjid Agung), Koridor Utara (arah Pasar Ir Soekarno) dan Koridor Barat (arah Alun-alun) sudah ada,” jelas Rudiyanto, kemarin (12/1).

Sedianya, lanjut Rudiyanto, penataan Kawasan Proliman akan dimulai tahun ini. Namun karena ada efisiensi anggaran dari pusat, ada skala prioritas. Penataan kawasan proliman dilakukan secara bertahap.

Terlebih terkait dengan penataan Kawasan Proliman, bupati Sukoharjo meminta agar penataan dilakukan secara terintegrasi bukan berdiri sendiri-sendiri atau parsial. Karena itu, untuk tahun ini yang akan dilakukan dari penataan kawasan proliman adalah pembuatan Pujasera. Kemudian pembuatan kantong parkir yang akan ditempati pedagang di kawasan alun-alun. Proyek tersebut dikerjakan DPUPR dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM.

”Untuk pujasera nantinya akan menempati lahan di eks dispora serta lapangan tenis. Sementara untuk kantung parkir nantinya akan menempati lahan yang ada di timur lapangan tenis atau di sisi barat GP3D (eks Gedung Lowo),” jelas Rudi.

Dia menyebut pedagang akan dipindahkan semua ke kawasan Pujasera. Termasuk parkir yang selama ini ada di badan jalan akan digeser ke kantung parkir baru.

”Jadi desainnya, Alun-alun Satya Negara nantinya akan steril dari pedagang dan parkir. Alun-alun hanya untuk ruang publik yang nyaman dan ramah bagi pengunjung,” terang Rudi.

Terkait penataan koridornya, juga akan dilakukan secara menyeluruh. Sehingga ke depan, kawasan Proliman ini benar-benar menjadi wajah Kota Sukoharjo yang bersih dan terintegrasi dengan objek-objek di sekitar kawasan tersebut.

”Dari Tugu Proliman kalau ke timur ada RSUD, selatan ada Masjid Agung, ke utara ada Pasar Ir Soekarno, dan ke barat ada gedung pertemuan, GP3D, alun-alun, serta pujasera. Kalau ini sudah tertata maka kondisinya akan sangat jauh berbeda dengan yang ada hari ini," bebernya. (kwl/adi)

Editor : fery ardi susanto
#penataan proliman sukoharjo #pujasera sukoharjo #penataan Alun Alun sukoharjo #pujasera alun-alun