RADARSOLO.COM – Respons cepat aparat kepolisian ditunjukkan jajaran Polsek Mojolaban menyikapi aduan masyarakat terkait aktivitas sejumlah pelajar yang kedapatan membolos sekolah dan nongkrong di sebuah warung di wilayah Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Aduan warga yang merasa resah itu langsung ditindaklanjuti dengan langkah pembinaan terhadap para pelajar, Kamis (15/1).
Para pelajar yang terjaring diketahui masih berstatus sebagai siswa SMP dan SMK di wilayah Kabupaten Karanganyar. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Mojolaban untuk dilakukan pendataan sekaligus pembinaan secara humanis dan edukatif.
Kegiatan pembinaan dipimpin langsung Kapolsek Mojolaban AKP Askolani Budiyanto. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam merespons keresahan masyarakat sekaligus upaya preventif agar pelajar tidak terjerumus ke perilaku yang lebih negatif.
“Begitu menerima laporan dari warga, petugas langsung melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pelajar yang kedapatan membolos dan nongkrong saat jam sekolah,” ujar AKP Askolani.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mendata tujuh pelajar dari sejumlah SMP dan SMK di Karanganyar. Demi melindungi hak dan identitas anak, para pelajar diinisialkan, masing-masing M (kelas XI SMK), R.N. (kelas XI SMK), A (kelas XI SMK), M.K. (kelas IX SMP), P (kelas IX SMP), J (kelas VIII SMP), serta F (kelas VIII SMP).
Tak berhenti pada pendataan, Polsek Mojolaban juga memanggil pihak sekolah dan orang tua masing-masing siswa. Kehadiran orang tua dan pihak sekolah dinilai penting agar pembinaan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan. Para pelajar pun diberikan arahan, nasihat, serta peringatan agar tidak mengulangi perbuatan serupa dan kembali fokus pada kewajiban sebagai pelajar.
Kapolsek menegaskan, kegiatan ini murni bersifat pembinaan dan edukatif, bukan penindakan hukum. Ia berharap para pelajar dapat lebih disiplin mematuhi aturan sekolah, sementara orang tua dan pihak sekolah diminta meningkatkan pengawasan dan komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto