Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Realisasi Investasi Sukoharjo 2025 Tembus Rp 2,219 Triliun, Lampaui Target BKPM

Iwan Kawul • Senin, 19 Januari 2026 | 14:18 WIB
Pakuwon Mall Solo Baru menghadirkan Disney Live Event, mulai 5 Desember 2024 s.d 5 Januari 2025 di Atrium dan P2 Rooftop Pakuwon Mall Solo Baru.
Pakuwon Mall Solo Baru menghadirkan Disney Live Event, mulai 5 Desember 2024 s.d 5 Januari 2025 di Atrium dan P2 Rooftop Pakuwon Mall Solo Baru.

RADARSOLO.COM – Realisasi investasi di Kabupaten Sukoharjo sepanjang 2025 mencatatkan kinerja gemilang dengan capaian Rp 2,219 triliun. Nilai tersebut setara 221,92 persen dari target investasi yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 1 triliun, sekaligus menegaskan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Sukoharjo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo Djoko Poernomo yang akrab disapa Ipung menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menurutnya, kemudahan layanan perizinan, kepastian regulasi, serta stabilitas daerah menjadi faktor utama yang mendorong realisasi investasi melampaui target.

“Realisasi investasi 2025 bisa tembus Rp 2,219 triliun atau lebih dari dua kali lipat target. Ini menunjukkan Sukoharjo masih menjadi daerah yang menarik bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Ipung.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2025, jika ditinjau dari lapangan usaha, sektor industri tekstil menjadi penyumbang investasi terbesar sepanjang tahun.

Nilai investasi di sektor ini mencapai Rp 1,195 triliun, jauh melampaui sektor lainnya. Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Sukoharjo sebagai salah satu basis industri tekstil yang strategis di Jawa Tengah.

Selain tekstil, kontribusi besar juga datang dari sektor perdagangan dan reparasi dengan total realisasi investasi sebesar Rp 228,07 miliar.

Sektor industri barang dari kulit dan alas kaki menyusul dengan nilai investasi Rp 197,30 miliar, sedangkan sektor industri karet dan plastik mencatatkan realisasi Rp 115,89 miliar.

Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran turut memberikan kontribusi signifikan dengan nilai investasi Rp 88,52 miliar. Disusul sektor jasa lainnya sebesar Rp 38,42 miliar dan sektor industri makanan Rp 33,91 miliar.

Adapun sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencatatkan realisasi investasi Rp 44,22 miliar.

Sejumlah sektor lain juga memperkuat struktur investasi daerah, antara lain industri kayu dengan nilai Rp 55,47 miliar, industri kimia dan farmasi Rp 31,16 miliar, sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 24,35 miliar, serta sektor hotel dan restoran yang mencatatkan investasi Rp 30,52 miliar sepanjang 2025.

Dari sisi waktu, realisasi investasi terbesar terjadi pada triwulan pertama 2025 dengan nilai Rp 1,201 triliun. Pada triwulan kedua, realisasi investasi tercatat Rp 529,94 miliar, disusul triwulan keempat sebesar Rp 265,36 miliar, dan triwulan ketiga Rp 222,28 miliar.

Akumulasi seluruh triwulan tersebut mengantarkan total realisasi investasi Sukoharjo mencapai Rp 2,219 triliun.

Ipung menambahkan, capaian ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, DPMPTSP Sukoharjo akan terus mendorong pemerataan investasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kami optimistis tren positif ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Upaya yang terus kami lakukan antara lain peningkatan kualitas pelayanan perizinan, promosi potensi daerah, serta pendampingan kepada investor,” pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#investasi sukoharjo #Realisasi Investasi di Sukoharjo #Nilai Investasi di Sukoharjo #Iklim Investasi di Sukoharjo