RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mulai menyusun feasibility study (FS) atau studi kelayakan pembangunan Masjid Kartasura, yang akan dibagun di Terminal Lama Kartasura, tahun ini. Pembangunan masjid ditargetkan rampung tahun ini, sebagai bagian dari penataan kawasan strategis di Kartasura.
Informasi yang dihimpun, dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukoharjo, paket pengadaan jasa konsultansi penyusunan FS pembangunan Masjid Kartasura telah diumumkan. Nilai pagu paket Rp 50 juta, sedangkan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 47.585.000.
Penyusunan FS mencakup sejumlah tahapan penting. Lingkup pengerjaan diawali perumusan metodologi dan rencana kerja, untuk menghasilkan metode kajian yang efektif dan efisien sesuai batasan waktu pelaksanaan dan substansi yang dituntut.
Di tahap awal ini, juga dirumuskan kebutuhan survei. Mulai dari desain survei, daftar kelengkapan data, formulir pendataan, kuesioner, hingga kebutuhan material survei.
Tahapan berikutnya, yakni pengumpulan data dan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan kajian studi kelayakan. Data tersebut kemudian dianalisis dalam tahap analisa kelayakan. Meliputi analisa kebutuhan, aspek teknis dan operasional, analisa ekonomi dan finansial, serta analisa lingkungan dan sosial.
Hasil analisa tersebut akan dituangkan dalam simpulan kelayakan, yang menggambarkan tingkat kelayakan proyek. Apakah dinyatakan layak, layak dengan syarat, atau tidak layak.
Selain itu, konsultan juga diminta menyusun rumusan rekomendasi pelaksanaan proyek. Salah satunya menguraikan berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.
Adapun keluaran yang diharapkan dari jasa konsultansi ini cukup komprehensif, meliputi dokumen laporan pendahuluan, laporan antara, dan laporan akhir, serta dilengkapi dengan gambar dan peta, video animasi, dan soft file yang diserahkan dalam media penyimpanan flashdisk berkapasitas 128 GB.
“Harapan kami, di 2026 program strategis bisa berjalan. Salah satunya pembangunan Masjid Kartasura di bekas terminal, dengan anggaran Rp 25 miliar,” kata Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto