RADARSOLO.COM – Semangat revolusi pangan terus digaungkan di kalangan generasi muda di Sukoharjo. Menghadapi tantangan ketahanan pangan sekaligus krisis regenerasi petani, Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo menggelar webinar nasional, sekaligus rapat anggota tahunan (RAT), Rabu (21/1).
RAT mengusung tajuk “Revolusi Pangan Sukoharjo: Membangun Agribisnis Modern dan Berkelanjutan Melalui Tangan Petani Milenial dan Gen Z”. Ajang ini menjadi ruang konsolidasi, sekaligus berbagi gagasan dari anak-anak muda yang menaruh perhatian besar pada masa depan sektor pertanian.
Dua tokoh kunci hadir sebagai narasumber. Mulai dari Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo Bagas Windaryatno, serta akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Winny Swastike yang juga Kepala Pusat Studi Pangan Gizi dan Kesehatan Masyarakat (P4GKM) LPPM UNS.
Ketua Panitia RAT Koperasi Krida Muda Agro Surono menegaskan, kegiatan ini langkah konkret dari para pemuda di Kota Makmur, yang berniat mengubah wajah pertanian menjadi modern berbasis digital.
“Kami ingin mematahkan stigma, bahwa sektor pertanian itu tidak menjanjikan. Melalui wadah koperasi, anak muda Sukoharjo kini bersatu dalam mengelola agribisnis, sejak dari hulu hingga hilir dengan sentuhan teknologi dan manajemen modern,” kata Surono.
Pada kesempatan ini, Kepala Dispertanikan Sukoharjo Bagas Windaryatno berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi inovasi petani milenial dan Gen Z. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci memperkuat posisi Sukoharjo sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah.
“Anak muda memiliki kreativitas, keberanian berinovasi, dan penguasaan teknologi. Ini potensi besar yang harus didukung, agar pertanian Sukoharjo semakin maju dan berdaya saing,” beber Bagas.
Sementara itu, Dr. Winny Swastike menyoroti peran strategis Gen Z dalam mengintegrasikan sektor pertanian dengan isu kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa petani masa kini tidak sekadar memproduksi pangan, tetapi juga menjadi penentu kualitas gizi masyarakat.
“Petani milenial bukan hanya memproduksi padi atau ternak, mereka adalah penyedia gizi bangsa. Sinergi antara akademisi dan praktisi muda akan melahirkan produk pangan yang tidak hanya laku di pasar, tetapi juga unggul dari sisi kualitas gizi,” tuturnya.
Webinar nasional ini diikuti 65 peserta yang terdiri dari anggota koperasi, mahasiswa, hingga praktisi agribisnis dari berbagai daerah. Selain pemaparan materi, agenda RAT juga dimanfaatkan untuk merumuskan sejumlah program kerja strategis Koperasi Krida Muda Agro tahun 2026, salah satunya pengembangan jejaring pemasaran digital bagi produk petani lokal.
Melalui kegiatan ini, Koperasi Krida Muda Agro Sukoharjo berharap mampu menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan menjadikan agribisnis sebagai pilar ekonomi masa depan yang modern, berkelanjutan, dan membanggakan. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto