RADARSOLO.COM – Berkurangnya nominal dana desa (DD) yang digelontorkan tahun ini disikapi beragam. Di tengah pemangkasan anggaran yang cukup drastis, sebagian kepala desa (kades) justru semringah. Seorang di antaranya Kades Polokarto, Kecamatan Polokarto Suharno.
Menurut Suharno, berkurangnya DD tahun ini membuat pengelolaan anggaran lebih sederhana. Dari total DD yang diterima, sekira Rp 500 juta dialokasikan untuk membayar utang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kemudian sisa anggaran sekira Rp 300 juta, akan difokuskan untuk kebutuhan dasar. Seperti kegiatan posyandu dan pelayanan masyarakat lainnya.
“Saya justru senang. Tidak banyak kegiatan fisik yang harus dikerjakan. Tinggal fokus pelayanan kepada masyarakat,” ujar Suharno, Senin (26/1).
Penilaian serupa disampaikan Kades Karangwuni, Kecamatan Polokarto Hartono. Menurutnya, berkurangnya anggaran DD membuat pemerintah desa lebih fokus pada fungsi utama, yakni pelayanan kepada masyarakat.
“Dana Desa selama ini memiliki mekanisme dan aturan yang cukup ketat, sehingga tidak mudah dikelola untuk berbagai kegiatan. Kalau anggarannya turun, desa justru lebih fokus. Dana desa itu kan sudah ada aturannya, tinggal dialokasikan sesuai ketentuan,” jelas Hartono.
Secara umum, pemerintah desa di Kota Makmur sedang menghadapi tantangan berat di awal tahun. Alokasi DD mengalami penurunan lebih dari 60 persen dibandingkan 2025. Kondisi ini memaksa desa untuk efisiensi dan memangkas sejumlah rencana pembangunan. Terutama pembangunan infrastruktur.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo Rohmadi mengakui fenomena tersebut. Di 2025, rata-rata desa masih mengelola anggaran di atas Rp 1 miliar. Sedangkan tahun ini, angkanya menyusut drastis menjadi rata-rata Rp 300 juta per desa.
“Penurunan ini dampak pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar 17 persen, atau sekira Rp 194 miliar untuk Sukoharjo. Kami meminta pemerintah desa benar-benar cermat dan matang dalam menyusun program. Sehingga anggaran yang terbatas ini tetap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesan Rohmadi. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto