Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Sritex Pailit, Rusunawa Joho Ditinggal Penghuninya

Iwan Kawul • Rabu, 28 Januari 2026 | 18:39 WIB

 

Rusunawa Joho di Kecamatan Sukoharjo tampak lengang.
Rusunawa Joho di Kecamatan Sukoharjo tampak lengang.

RADARSOLO.COM – Pasca bangkrutnya PT Sritex, tingkat hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Joho, Kabupaten Sukoharjo mengalami penurunan signifikan. Dari total 310 kamar yang tersebar di enam blok, saat ini baru 124 kamar yang terisi. Sementara 186 kamar lainnya kosong.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukoharjo Herry Mulyadi mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak penutupan PT Sritex yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama penghuni Rusunawa Joho.

”Sebagian besar penghuni Rusunawa Joho sebelumnya merupakan karyawan PT Sritex. Setelah perusahaan tersebut tutup, banyak yang memilih pulang ke daerah asal atau mencari tempat tinggal lain, sehingga tingkat hunian menurun cukup drastis,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/1).

Meski demikian, dari sisi pendapatan daerah, Rusunawa Joho justru masih mampu melampaui target pada 2025. Herry menyebutkan, target pendapatan asli daerah (PAD) tahun lalu ditetapkan sebesar Rp 150 juta, namun realisasi pendapatan mencapai Rp 176.775.000.

”Untuk tahun 2026, target PAD kami turunkan menjadi Rp 120 juta. Penyesuaian ini dilakukan karena kami realistis melihat kondisi hunian, terutama setelah karyawan PT Sritex tidak lagi tinggal di Rusunawa akibat penutupan perusahaan,” ungkapnya.

Herry menambahkan, Rusunawa Joho tetap dibuka untuk masyarakat umum. Bahkan, warga dari luar Kabupaten Sukoharjo diperbolehkan menyewa kamar, selama memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.

Untuk harga sewa, Rusunawa Joho mematok tarif yang relatif terjangkau, yakni antara Rp 75 ribu hingga Rp 125 ribu per kamar per bulan. Tergantung tipe dan lokasi kamar belum termasuk listrik dan air. Setiap unit telah dilengkapi dengan fasilitas kamar tidur, kamar mandi, serta dapur, sehingga layak dihuni oleh keluarga kecil maupun pekerja lajang.

”Kami tetap berupaya mengoptimalkan pemanfaatan Rusunawa Joho dengan membuka akses sewa seluas-luasnya bagi masyarakat umum. Harapannya, kamar-kamar yang masih kosong bisa kembali terisi dan fungsi Rusunawa sebagai hunian terjangkau tetap berjalan,” tandasnya. (kwl/adi)

Editor : fery ardi susanto
#sritex pailit #Sritex bangkrut #Rusunawa Joho