RADARSOLO.COM – Seruan dukungan kepada Persiharjo Sukoharjo dari luar stadion oleh Sukoharjo Fans tak sekadar gertak sambal.
Sukoharjo Fans menepati janjinya dengan tetap memberikan dukungan kepada Persiharjo, meski hanya dari luar pagar Stadion Gelora Merdeka Jombor, Rabu (28/1) sore.
Dukungan tersebut diberikan saat pertandingan Persiharjo menjamu Persikama Kabupaten Magelang, dalam lanjutan kompetisi Liga 4 Zona Jawa Tengah.
Tokoh Penggerak Sukoharjo Fans Murwendy Tanomo mengatakan, aksi menonton dari luar stadion merupakan komitmen suporter untuk tetap setia mendukung tim kebanggaan. Sekaligus pesan moral kepada pemangku kebijakan sepak bola di Kota Makmur.
“Bahwa Sukoharjo Fans kemarin mendukung dari luar lapangan Stadion Gelora Jombor. Harapannya, supaya otoritas pengelola atau manajemen sepak bola di Kabupaten Sukoharjo atau pemerintah daerah mampu membuatkan tribun sebagai ruang ekspresi,” ujar Murwendy, Kamis (29/1).
Menurut Murwendy, keberadaan tribun khusus suporter penting agar semangat kreativitas pendukung bisa tersalurkan dengan baik. Ia menilai konsep stadion yang ramah anak, balita, dan perempuan dapat berjalan seiring dengan keberadaan Sukoharjo Fans beserta segala bentuk kreativitas dukungannya.
“Manajemen sepak bola atau pemerintah daerah punya tujuan stadion sebagai tempat yang ramah anak, balita, dan perempuan. Itu bisa berjalan seiringan dengan Sukoharjo Fans dengan segala bentuk kreativitasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Komisaris PT Garuda Mabar selaku manajemen Persiharjo Machmud Luthfi Husain menyampaikan apresiasinya atas sikap Sukoharjo Fans, yang tetap mendukung tim meski dari luar stadion. Ia menilai dukungan tersebut justru menjadi energi positif bagi perkembangan sepak bola di level akar rumput.
“Terkait aksi Sukoharjo Fans yang menonton pertandingan dari luar stadion, manajemen sangat-sangat support. Suporter ini harus bertumbuh ya, untuk animo masyarakat, apalagi di tingkat grassroots supaya bisa bertumbuh dan variasinya lebih,” jelas Machmud.
Ia berharap ke depan sistem dukungan terhadap Persiharjo bisa semakin variatif, mulai dari yel-yel, drum, hingga atmosfer yang lebih meriah. Namun demikian, Machmud menegaskan semua itu perlu dilakukan secara bertahap dan terarah.
“Saya rasa ini sudah bagus sekali. Tinggal nanti kita mengoptimalkan dan membuat Persiharjo ini berprestasi, sehingga masyarakat lebih bangga lagi dan animonya akan semakin besar,” katanya.
Machmud juga mengakui kebutuhan akan pembangunan tribun baru di Stadion Gelora Merdeka Jombor. Menurutnya, keberadaan tribun yang tersegmentasi akan menjadi solusi, dengan pemisahan antara area suporter aktif, penonton ramah anak dan perempuan dan penonton VIPm
“Kita harus mulai memikirkan untuk bangun tribun baru. Ada tempat yang dikhususkan untuk suporter, ada tempat untuk penonton sepak bola yang ramah anak, balita, dan perempuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kewenangan pembangunan tribun baru berada di tangan pemerintah daerah. Namun dorongan dari suporter diyakini dapat menjadi katalis percepatan realisasi pembangunan tersebut.
“Kalau kami sudah komunikasikan ke Pemkab Sukoharjo. Tapi kalau didorong dari suporter, itu akan menjadi katalis sendiri untuk mempercepat pembangunan tribun baru di Gelora Merdeka Jombor,” pungkas Machmud. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto