RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertanikan) Sukoharjo mendorong penguatan sektor pertanian melalui pendekatan budaya, melalui pendirian sanggar seni budaya yang fokus pada dunia pertanian. Gagasan tersebut mengemuka dalam sarasehan bersama stakeholder di BPP Nguter, Jumat (30/1).
Kepala Dspertanikan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, sarasehan tersebut melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), penyuluh pertanian swadaya, petani milenial, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga para pelaku seni di Kabupaten Sukoharjo. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk merumuskan keterkaitan antara pengembangan pertanian dengan pelestarian seni budaya.
Dari hasil diskusi tersebut, disepakati rencana pendirian sanggar budaya pertanian yang akan berlokasi di Joglo Tani Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nguter. Bagas menyebut, gagasan ini mendapatkan respons positif dari seluruh peserta sarasehan karena dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pembangunan pertanian.
Menurut Bagas, pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada modernisasi, peningkatan produksi dan produktivitas, maupun peningkatan pendapatan petani. Namun, seluruh upaya tersebut perlu berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya adi luhung yang telah mengakar kuat di masyarakat pedesaan.
Ia menilai, ketika nilai budaya dipahami dan dihidupkan kembali dalam aktivitas pertanian, hal itu dapat menghadirkan energi positif yang mendorong semangat kolektif petani. Dengan demikian, pembangunan pertanian di Kabupaten Sukoharjo tidak tercerabut dari jati diri budaya masyarakatnya.
"Sebagai tindak lanjut, Dinas Pertanian dan Perikanan berencana segera meresmikan Sanggar Budaya Pertanian di Joglo Tani BPP Nguter. Sanggar tersebut nantinya akan menjadi ruang pelatihan berbagai seni budaya yang berkaitan dengan pertanian, sebagaimana usulan yang berkembang dalam sarasehan," ujarnya.
Bagas berharap, melalui kegiatan seni budaya tersebut dapat tumbuh motivasi baru, terutama bagi generasi muda dan petani, untuk memandang sektor pertanian sebagai profesi yang memiliki nilai dan kekuatan besar. Pendekatan budaya ini diharapkan mampu menumbuhkan keyakinan serta semangat baru dalam membangun pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto