RADARSOLO.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo menggelar pelatihan pertolongan pertama bagi Pembimbing Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan Wira, Selasa (3/2). Kegiatan ini diikuti sekitar 75 guru SMP dan SMA yang ditugaskan sekolah sebagai pembina PMR, meski jumlah tersebut dinilai masih belum ideal.
Ketua PMI Kabupaten Sukoharjo dr. Kunari Mahanani mengatakan, pelatihan ini menjadi kebutuhan penting karena belum semua pembina PMR memiliki kemampuan pertolongan pertama yang memadai. Padahal, para pembina menjadi ujung tombak dalam membekali siswa PMR agar siap menghadapi situasi darurat.
“Pelatihan ini bertujuan membekali para pembina agar lebih percaya diri dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak PMR. Mereka nantinya yang akan mengajarkan bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kondisi darurat,” ujar dr. Kunari.
Ia menjelaskan, PMR Madya merupakan siswa tingkat SMP, sedangkan PMR Wira berasal dari tingkat SMA. Karena itu, pembina harus benar-benar memahami materi pertolongan pertama sebelum menularkannya kepada para siswa.
Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi ruang kelas yang meliputi penanganan luka, penanganan luka bakar, pengenalan anatomi tubuh, hingga resusitasi jantung paru (RJP). Materi ini menjadi dasar penting sebelum peserta mengikuti sesi praktik.
“Untuk hari kedua, Rabu (4/2), pelatihan akan difokuskan pada praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil saat diterapkan di lapangan,” jelasnya.
Menurut dr. Kunari, kemampuan pertolongan pertama sangat dibutuhkan, khususnya saat terjadi bencana, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Oleh karena itu, PMI Kabupaten Sukoharjo secara rutin menggelar pelatihan serupa dua kali dalam setahun.
“Harapannya, para pembina ini benar-benar mampu melakukan pertolongan pertama dan menjadi bekal saat mereka melakukan pembinaan PMR di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (kwl)
Editor : fery ardi susanto