RADARSOLO.COM – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo dorong percepatan akselerasi pemanfaatan teknologi pertanian modern. Salah satunya dengan running test alias uji coba drone sprayer di Lapangan Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kamis (5/2).
Uji coba ini menggunakan drone bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Drone ini dirancang khusus untuk mendukung efisiensi pemupukan dan penyemprotan hama di lahan pertanian.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, running test drone ini tahap awal sekaligus sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Khususnya bagi staf distankan agar lihai menjadi pilot drone sprayer.
“Hari ini (kemarin) kami melakukan running test sekaligus pelatihan awal. Harapannya, staf distankan benar-benar siap mengoperasikan drone ini di lapangan,” jelas Bagas.
Bagas menambahkan, unit drone sprayer yang diuji coba memiliki dua fungsi. Bisa untuk pemupukan atau penyemprotan pestisida, baik cair maupun padat.
Setiap unit drone dilengkapi empat baterai plus genset. Sehingga tetap bisa dioperasikan di area persawahan yang jauh dari jangkauan jaringan listrik.
“Dengan adanya genset, kami tidak perlu khawatir kehabisan daya saat dipakai di lokasi terpencil,” bebernya.
Tahun ini, Kementan menyalurkan tujuh unit drone sprayer untuk Sukoharjo. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya untuk kelompok tani. Sedangkan dua sisanya dikelola distankan, untuk mendukung petani yang belum terfasilitasi bantuan.
Khusus kelompok tani yangs udah menerima bantuan drone, akan mendapat pelatihan khusus ke pabrik drone di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Pelatihan berlangsung tiga hari, dengan pendampingan instruktur profesional.
“Kemungkinan besar biaya pelatihan ditanggung perusahaan penyedia drone. Sehingga kelompok tani bisa fokus pada penguasaan teknologi,” ujar Bagas.
Bagi kelompok tani yang belum memperoleh bantuan drone, namun membutuhkan layanan pemupukan atau pengendalian hama, bisa mengajukan permohonan melalui berbagai jalur. Mulai dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), babinsa, bhabinkamtibmas, atau pemerintah desa.
“Hadirnya teknologi drone sprayer ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian. Skealigus efisiensi biaya operasional melalui pertanian modern,” jelas Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto