RADARSOLO.COM – Masih ingat sabun cuci tangan dari belimbing wuluh karya siswa SDN 1 Pranan, Kecamatan Polokarto? Sabun tersebut diborong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Merdeka Pranan, Kamis (5/2).
Pembelian ini bentuk dukungan pemerintah desa terhadap program pendidikan karakter dan kemandirian anak, yang terintegrasi dengan program makan bergizi gratis (MBG).
“Terima kasih kepada yayasan SMART Madani Indonesia yang punya ide kreatif dalam membentuk karakter anak. Tugas pemerintah desa adalah memfasilitasi dan mendorong agar program ini berhasil serta berkelanjutan,” ujar Kepala Desa (Kades) Pranan Sardjanto.
Nantinya, sabun tersebut akan dimanfaatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pranan yang dikelola BUMDes Merdeka Pranan. Tak hanya itu, pemerintah desa juga ikut membantu pemasaran produk sabun tersebut melalui jejaring ketua RT, RW, dan lembaga desa lainnya.
“Anak-anak sangat antusias membuat sabun, karena ini hal baru bagi mereka. Ketika tahu proses pembuatannya, mereka sangat excited,” beber Kepala SDN 1 Pranan Binar Kustanti.
Kini, sabun karya siswa sudah dipasarkan. Pihak sekolah juga berupaya mengurus perizinan dan BPOM, serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo.
“Yayasan bersinergi dengan disdikbud dan pihak sekolah agar anak-anak mandiri. Melalui produksi sabun cuci piring ramah lingkungan. Alhamdulillah hasilnya sudah ada,” jelas Perwakilan Yayasan SMART Madani Indonesia Maulud Mashuda.
Ia menyebutkan, hasil pelatihan dan produksi sabun tersebut pada Kamis (5/2) langsung dibeli oleh BUMDes Merdeka Pranan dan SPPG Pranan. Sinergi dengan pemerintah desa juga dilakukan agar pemasaran produk dapat menjangkau lingkungan sekitar Desa Pranan.
“Harapannya, ini tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga memberi nilai ekonomi dan keberlanjutan program,” pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto