RADARSOLO.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo sebut sampah dari perkantoran Gedung Menara Wijaya mencapai 2,26 ton. Jumlah ini dari hasil penimbangan sampah oleh Bank Sampah Bersih Lestari milik DLH Sukoharjo, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Jumat (6/2).
Kepala DLH SukoharjoAgus Suprapto saat dikonfirmasi pada Minggu (8/2) menjelaskan, sampah yang ditimbang berasal dari aktivitas bersih-bersih perkantoran di Gedung Menara Wijaya.
“Jadi pada hari Jumat kemarin kami lakukan penimbangan sampah dari perkantoran yang masih memiliki nilai ekonomis di Bank Sampah Bersih Lestari. Sampah-sampah dari perkantoran di Gedung Menara Wijaya itu ditabung ke bank sampah,” jelas Agus.
Dari hasil penimbangan tersebut, DLH Sukoharjo menggandeng Bank Sampah Induk Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, sebagai mitra off-taker atau pengepul sampah. Kerja sama ini dilakukan untuk menyalurkan hasil pilahan sampah agar tetap memiliki nilai guna dan ekonomi.
“Total penimbangan kemarin Alhamdulillah lumayan banyak, mencapai 2,26 ton, hampir setara muatan dua truk,” ungkapnya.
Agus menambahkan, hasil penimbangan tersebut selanjutnya akan direkap dan disampaikan kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan demikian, setiap OPD dapat mengetahui jumlah tabungan sampah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HPSN 2026, tetapi juga sebagai dukungan nyata terhadap program Presiden RI, khususnya Program ASRI. Melalui program tersebut, DLH Sukoharjo mendorong OPD di Komplek Menara Wijaya untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan kerja masing-masing.
“Utamanya kita mendorong bersih-bersih di lingkungan kantor. Dari kegiatan itu, jika ada sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, langsung ditabungkan di bank sampah,” terang Agus.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan upaya konkret dalam pengurangan sampah dari sumbernya, terutama sampah perkantoran. Dengan pengelolaan yang tepat sejak awal, diharapkan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan secara signifikan.
“Sehingga upaya pengurangan sampah dari sumbernya, khususnya sampah perkantoran, bisa kita laksanakan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto