Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Peluang Emas! IKM Sukoharjo Ketemu Langsung Dengan User Di Gedung Menara Wijaya, Difasilitasi Disperinaker

Iwan Kawul • Rabu, 11 Februari 2026 | 10:17 WIB
Bisnis matching pertemukan IKM Sukoharjo dengan buyer langsung di Gedung Menara Wijaya, Rabu (11/2).
Bisnis matching pertemukan IKM Sukoharjo dengan buyer langsung di Gedung Menara Wijaya, Rabu (11/2).

RADARSOLO.COM – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo menggelar kegiatan bisnis matching yang mempertemukan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan user dari kalangan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, hingga kepala puskesmas, di Grdung Menara Wijaya, Rabu (11/2).

Kegiatan ini menjadi langkah konkret mendorong penggunaan produk lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.

Kepala Bidang Disperinaker Sukoharjo Marjono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi dinas.

“Kami menggelar bisnis matching, mempertemukan antara produsen dan konsumen. Dalam hal ini produsennya adalah teman-teman IKM di Sukoharjo yang sudah terdaftar dan memiliki TKDN, kemudian kami pertemukan dengan user dari OPD, kepala desa, kepala puskesmas, dan konsumen lainnya,” ujar Marjono saat ditemui di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mendorong tumbuhnya industri kecil menengah sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri. TKDN sendiri merupakan ukuran kandungan komponen dalam negeri pada suatu produk.

“Harapannya ini menjadi bagian dari hilirisasi seperti arahan Bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni menggunakan produk dengan TKDN tinggi. Karena kami ingin benar-benar menumbuhkan produk yang dihasilkan di dalam negeri dan memberi dampak langsung pada ekonomi daerah,” jelasnya.

Selain mempertemukan produsen dan pengguna, dalam kegiatan tersebut juga digelar talk show yang membahas pentingnya penggunaan TKDN dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Marjono menilai forum diskusi tersebut penting untuk menambah wawasan para pemangku kepentingan mengenai dampak ekonomi dari belanja produk ber-TKDN.

“Hari ini juga ada pemberian penghargaan kepada OPD yang merencanakan penggunaan TKDN dan memiliki penyerapan TKDN yang baik. Setelah itu dilanjutkan talkshow untuk memperdalam pemahaman terkait pengaruh penggunaan TKDN terhadap ekonomi daerah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disperinaker Sukoharjo Setyo Aji menegaskan bahwa salah satu syarat produk bisa masuk dalam e-katalog adalah memiliki TKDN minimal 40 persen.

“Syarat minimal TKDN itu 40 persen. Makanya kami mendorong IKM lokal untuk bisa masuk e-katalog. Kalau sudah masuk e-katalog, peluangnya lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah, tapi bisa go nasional,” kata Setyo Aji.

Ia menambahkan, melalui e-katalog, produk IKM Sukoharjo memiliki kesempatan lebih besar untuk dipilih dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dengan begitu, perputaran ekonomi daerah akan semakin kuat karena belanja pemerintah terserap oleh pelaku usaha lokal.

“Kami ingin IKM lokal naik kelas. Dari lokal bisa berkembang ke tingkat nasional melalui e-katalog. Itu yang terus kami dorong,” pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Gedung Menara Wijaya #Bisnis Matching #disperinaker sukoharjo #ikm sukoharjo