SUKOHARJO – Hujan deras disertai angin kencang diprediksi masih melanda Kabupaten Sukoharjo hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama saat berkendara di tengah cuaca ekstrem.
Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem disebabkan angin Monsun Asia yang menguat.
Monsun Asia merupakan angin musiman periodik yang bertiup dari Benua Asia (tekanan tinggi atau dingin) ke Benua Australia (tekanan rendah atau panas).
Umumnya, angin ini terjadi antara November-Februari. Agin ini membawa uap dalam jumlah besar, hingga berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Dampaknya cukup membahayakan keselamatan masyarakat. Terutama yang sedang berkendara di jalan raya. Ancaman pohon tumbang sewaktu-waktu mengintai.
Terkait keselamatan berkendara saat terjebak hujan dan angin kencang, Ariyanto memberikan sejumlah tips kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah terbaik adalah mencari tempat berlindung yang aman dan kukuh.
“Jangan berteduh di bawah pohon atau baliho besar, karena berisiko tumbang. Tetap hati-hati dan selalu waspada,” pesan Ariyanto.
Jika tidak menemukan tempat berlindung, pengendara diimbau berhenti sejenak di lokasi yang relatif aman. Usahakan tidak di bawah pohon besar, baliho, maupun tiang listrik.
Selain itu, Ariyanto juga mengingatkan masyarakat agar selalu memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian.
Informasi prakiraan cuaca terbaru bisa diakses melalui handphone dengan membuka situs resmi BMKG.
“Cek prakiraan cuaca melalui smartphone di situs resmi BMKG. Ini juga termasuk langkah antisipasi. Sehingga masyarakat lebih siap dan risiko di perjalanan bisa diminimalkan,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto