RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo sering temukan perilaku negatif siswa di lingkungan satuan pendidikan atau sekolahan.
Perilaku negatif tersebut di antaranya bolos di jam pelajaran, bullying atau perundungan, dan sebagainya.
Berbagai upaya dilakukan untuk menekan perilaku negatif tersebut, demi mendorong peningkatan mutu pelayanan pendidikan di Kota Makmur.
Salah satunya dengan mengaktifkan kembali peran pengawas sekolah, agar lebih bertaji dalam mengawal mutu pendidikan.
Selama ini, keberadaan pengawas sekolah dinilai belum mendapatkan perhatian optimal. Padahal perannya sangat strategis dalam memastikan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan, pengawas sekolah memiliki posisi penting sebagai pengendali mutu dan pembina akademik.
“Ke depan, pengawas sekolah akan kami aktifkan kembali perannya supaya lebih bertaji. Selama ini memang keberadaannya kurang begitu mendapat perhatian. Padahal pengawas itu sangat penting dalam sistem pendidikan,” ujarnya.
Menurut Havid, pengawas sekolah bukan sekadar pelengkap struktur organisasi, tetapi memiliki tugas melakukan supervisi akademik dan manajerial.
Mereka berperan membina kepala sekolah dan guru agar proses pembelajaran berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan, penguatan peran pengawas menjadi bagian dari upaya disdikbud dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sukoharjo secara menyeluruh.
Pengawas diharapkan lebih aktif turun ke sekolah, memberikan pendampingan, evaluasi, serta rekomendasi perbaikan.
“Pengawas itu menjadi mata dan telinga dinas di lapangan. Mereka harus hadir, melakukan pembinaan, memastikan administrasi dan proses pembelajaran berjalan baik, serta memberikan solusi jika ada kendala di sekolah,” jelasnya.
Havid juga menegaskan, pengaktifan kembali peran pengawas sekolah akan dibarengi dengan penataan tugas dan evaluasi kinerja.
Dengan demikian, fungsi pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas belajar mengajar.
Disdikbud berharap dengan pengawas yang lebih aktif dan profesional, kualitas pendidikan di Kabupaten Sukoharjo dapat terus meningkat, baik dari sisi manajemen sekolah maupun kompetensi guru.
“Tujuan akhirnya tentu pada peningkatan mutu layanan pendidikan bagi siswa,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto