Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bisnis Esek-Esek Online Di Kos-Kosan dan Narkoba Marak di Perbatasan, Ini Pesan FKDM Sukoharjo Di Bulan Suci Ramadan

Iwan Kawul • Minggu, 22 Februari 2026 | 18:34 WIB

Ilustrasi jajaran Polres Sukoharjo sisir tempat hiburan malam awal Februari lalu. Prostitusi online dan narkoba menjamur di perbatasan Sukoharjo.
Ilustrasi jajaran Polres Sukoharjo sisir tempat hiburan malam awal Februari lalu. Prostitusi online dan narkoba menjamur di perbatasan Sukoharjo.

RADARSOLO.COM – Bisnis esek online dan peredaran narkoba marak dijumpai di kawasan perbatasan Sukoharjo.

Fakta ini sesuai temuan dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sukoharjo.

Pantauan di lapangan, bisnis esek-esek dan narkoba sering dijumpai di rumah kos atau rumah kontrakan.

Inilah yang mendasari FKDM mengeluarkan peringatan dini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Meski situasi wilayah secara umum masih relatif kondusif, sejumlah potensi kerawanan dinilai perlu diantisipasi bersama. Supaya tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Ketua FKDM Kabupaten Sukoharjo Sofwan Faizal Sifyan menjelaskan, siaran kewaspadaan dini ini disusun berdasarkan hasil pantauan FKDM di 12 kecamatan. Termasuk sinergi dengan Forkompimda Sukoharjo dan hasil Safari Kamtibmas Polres Sukoharjo.

“Secara umum aman dan terkendali. Namun ada dinamika yang harus diwaspadai bersama, terutama menjelang Idul Fitri ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam,” ujarnya, Minggu (22/2).

Salah satu sorotan utama adalah maraknya praktik prostitusi online di wilayah perbatasan Sukoharjo-Solo. Kecamatan Kartasura, Gatak, Baki, Grogol, dan Mojolaban disebut menjadi titik yang perlu perhatian lebih, karena tingginya mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Selain itu, FKDM juga mendeteksi indikasi peredaran narkoba yang memanfaatkan rumah kos dan kontrakan.

“Modusnya memanfaatkan tempat tinggal dengan mobilitas tinggi. Ini harus menjadi kewaspadaan bersama, terutama pemilik kost dan warga sekitar,” tegas Sofwan.

Tak hanya itu, peredaran minuman keras, aktivitas balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, hingga kelompok tertentu yang berpotensi mengganggu ketertiban umum juga masuk dalam radar pengawasan.

Menjelang Lebaran, potensi gangguan rumah kosong yang ditinggal mudik dan penggunaan petasan berlebihan juga menjadi perhatian serius.

Di sisi lain, faktor non-keamanan juga dinilai berpotensi memicu gangguan stabilitas. Curah hujan tinggi berisiko menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur.

Kenaikan harga kebutuhan pokok pun dapat menimbulkan tekanan ekonomi di masyarakat.

“Karena itu kami bersama Forkopimda berkomitmen meningkatkan patroli dan langkah preventif,” jelasnya.

Sofwan menegaskan, kunci utama menjaga Sukoharjo tetap kondusif ada pada partisipasi masyarakat.

Ia mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, mengaktifkan kembali ronda atau sistem keamanan lingkungan, serta mengawasi generasi muda agar tidak terlibat aktivitas melanggar hukum.

“Ramadan adalah momentum ibadah dan kebersamaan. Jangan sampai ternodai oleh tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika ada potensi gangguan, segera laporkan ke aparat atau pemerintah wilayah,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#narkoba kartasura #esek esek online #esek esek perbatasan sukoharjo