Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Banjir Sukoharjo Kepung Empat Kecamatan, Puluhan Rumah Tergenang, Ratusan Orang Diungsikan

Iwan Kawul • Senin, 23 Februari 2026 | 10:03 WIB

Banjir Sukoharjo menyebabkan emoat kecamatan tergenang air dan ratusan orang mengungsi, Senin dini hari (23/2).
Banjir Sukoharjo menyebabkan emoat kecamatan tergenang air dan ratusan orang mengungsi, Senin dini hari (23/2).

RADARSOLO.COM – Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo kembali tergenang.

Disebabkan hujan yang melanda sejak Minggu malam (22/2) hingga Senin dini hari (23/2). 

Dampak paling parah dirasakan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Grogol, Polokarto, dan Mojolaban. Selain itu, Kecamatan Sukoharjo Kota juga terendam.

Tercatat puluhan kepala keluarga (KK) atau ratusan jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir Sukoharjo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelaskan, masih memusatkan perhatian pada penanganan dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

“Total sementara ada 48 KK atau 130 jiwa yang mengungsi. Lokasi pengungsian utama di Pondok RT 4 RW 5 Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto. Selain itu, di Perum Permata Pandeyan warga mengungsi mandiri di pos ronda setempat,” jelasnya.

Sejumlah titik sempat tergenang seperti Jalan Kampung Madyorejo barat SMAN 1 Sukoharjo, Jalan Veteran barat Alun-Alun Sukoharjo, serta Jalan Kampung Kutorejo, Kelurahan Jetis. Namun saat ini telah surut.

Meski begitu, di beberapa perumahan air sempat masuk ke rumah warga. Di Perum Pondok Asri Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, tercatat 8 KK atau 29 jiwa mengungsi.

Sementara di Perum Permata Pandeyan, Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, sebanyak 20 KK atau 70 jiwa mengungsi di pos ronda setelah 23 rumah terdampak genangan.

Di Dusun Kesongo, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, air menggenangi 12 rumah, sehingga 53 jiwa terdampak, namun belum diperlukan evakuasi.

Sedangkan di Desa Gadingan, Mojolaban, terdapat 7 KK mengungsi, dengan rincian di antaranya tiga lansia serta dua balita dan bayi.

"BPBD telah menyiagakan dua perahu sebagai langkah antisipasi," ujarnya. 

Ariyanto menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

BPBD telah mendirikan tenda pengungsian di Desa Gadingan serta menyalurkan bantuan logistik.

“Kami fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan khusus kelompok rentan. Personel juga terus melakukan pemantauan tinggi muka air sungai dan kondisi cuaca,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama, ditambah kapasitas drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Selain itu, terjadi efek backwater dari luapan Kali Samin dan anak Sungai Bengawan Solo.

Total sementara tercatat 52 rumah terdampak, dua masjid, dua TK, serta lahan pertanian seluas enam hektare dengan usia tanam enam hari ikut terendam. Untuk kerugian material masih dalam proses pendataan.

Dalam penanganan ini, BPBD Kabupaten Sukoharjo bersinergi dengan forkompimca, TNI/Polri, Destana, PSC 119 Sukoharjo, PMI Kabupaten Sukoharjo, MDMC, serta relawan penanggulangan bencana.

Sarana yang digunakan antara lain mobil rescue, pompa alkon, tenda, radio HT, hingga pemantauan melalui web BMKG dan Inarisk BNPB.

“Kondisi saat ini masih mendung, sehingga kami tetap siaga penuh. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air,” tandasnya. (kwl)

Editor : fery ardi susanto
#Banjir kecamatan grogol #Banjir polokarto #BPBD Sukoharjo #Banjir mojolaban #Sukoharjo Banjir #banjir sukoharjo #Banjir Sukoharjo kota #Pengungsi banjir sukoharjo #Warga mengungsi banjir sukoharjo