RADARSOLO.COM – Di tengah guyuran hujan yang turun sejak Sabtu sore (28/2), Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo pimpin pengamanan Doa Bersama dan Refleksi Satu Tahun PHK eks karyawan PT Sritex Tbk.
Kegiatan yang digelar di trotoar depan pintu masuk utama gedung eks PT Sritex, Jalan KH Samanhudi No 8, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo Kota itu berlangsung tertib dan kondusif.
Sekitar 50 eks karyawan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa dua bendera Merah Putih, delapan bendera identitas Solidaritas Eks Karyawan PT Sritex Berani dan Bernyali, serta membentangkan MMT.
Tulisannya: “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang. #Saveburuh #Pesangon #HakExBuruh”. Sebuah sound system kecil digunakan untuk mendukung jalannya acara.
Kapolres Sukoharjo turun langsung memantau situasi sejak peserta mulai berdatangan sekitar pukul 16.00 WIB.
Personel Polres Sukoharjo ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan berjalan aman serta tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tetap kondusif. Pengamanan kami lakukan secara humanis, karena ini adalah kegiatan doa dan refleksi,” ungkap Anggaito.
Rangkaian acara dimulai pukul 16.20 WIB dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hujan yang turun tidak menyurutkan semangat peserta.
Sebagian menggunakan jas hujan dan payung, sebagian lainnya tetap berdiri mengikuti jalannya kegiatan.
Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Solidaritas Eks Karyawan PT Sritex, Agus Wicaksono, dalam penyampaiannya mengingatkan bahwa tepat setahun lalu merupakan hari terakhir mereka kerja di dalam pabrik.
“Hari ini kita tidak sedang merayakan apa pun. Kita mengingat bahwa setahun yang lalu adalah hari terakhir kita di dalam pabrik. Waktu itu kita masih optimistis akan kembali bekerja dalam 45 hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak eks karyawan yang hingga kini masih menunggu kepastian terkait pesangon dan hak-hak normatif lainnya.
“Yang usia di atas 40 tahun masih banyak yang belum mendapat pekerjaan. Mereka masih menunggu haknya untuk menyambung kehidupan,” ungkapnya.
Refleksi juga dibacakan oleh perwakilan eks SPSI PT Sritex, Untung. Dalam pernyataannya ditegaskan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar persoalan materi, melainkan soal martabat dan keadilan.
“Satu tahun bukan waktu yang sebentar. Kami hanya menagih apa yang menjadi hak kami. Jangan biarkan keadilan ikut tumbang,” tegasnya.
Aksi doa bersama menjadi puncak kegiatan. Dalam suasana hening di bawah rintik hujan, para peserta menundukkan kepala memanjatkan doa agar persoalan yang mereka hadapi segera menemukan jalan keluar.
Aparat kepolisian turut menjaga suasana tetap tenang dan khidmat hingga acara selesai.
Di sela-sela pengamanan, Kapolres juga menyempatkan diri menyapa para pedagang UMKM yang mangkal di depan gedung eks PT Sritex.
Ia berbagi dengan pedagang kecil yang tetap bertahan berjualan di tengah hujan dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kami juga ingin hadir untuk masyarakat kecil di sekitar sini. Semoga sedikit yang kami berikan bisa bermanfaat dan menambah semangat,” ujar Kapolres.
Tepat pukul 16.50 WIB, kegiatan doa bersama dan refleksi selesai. Massa membubarkan diri dengan tertib tanpa gangguan keamanan.
Situasi tetap aman dan kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto