SUKOHARJO – Program "Gentengisasi" yang digagas Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi para pelaku industri kecil di Kabupaten Sukoharjo. Kebijakan nasional yang bertujuan mengganti atap seng warga dengan genteng tanah liat ini diharapkan menjadi stimulus kebangkitan sentra-sentra produksi lokal yang tersebar di wilayah makmur ini.
Edi Suryanto, perajin genteng asal Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, menyambut optimistis inisiatif tersebut. Edi yang telah menekuni usaha ini sejak 1980 berharap program pemerintah tidak hanya menyasar perbaikan hunian, tetapi juga memprioritaskan penyerapan produk dari tangan perajin rakyat.
“Semoga program gentengisasi dari Presiden Prabowo ini benar-benar berdampak pada masyarakat, khususnya agar genteng lokal makin laku. Kami berharap ada peningkatan permintaan sehingga perajin kecil seperti kami ikut merasakan manfaatnya,” ujar Edi saat ditemui di bengkel produksinya, baru-baru ini.
Selama lebih dari empat dekade, kualitas genteng dari wilayah Mojolaban telah teruji dengan jangkauan pasar hingga ke luar Jawa. Pengiriman dilakukan berdasarkan pesanan proyek pembangunan rumah, bahkan pernah merambah hingga ke Tangerang.
Baca Juga: Mengenal Tokoh-Tokoh Bernama Suharto: Dari Pemimpin Bangsa hingga Pahlawan Nasional
Menurut Edi, jika program gentengisasi berjalan masif, dampak ekonominya akan dirasakan langsung oleh warga sekitar. Pasalnya, industri genteng tanah liat masih sangat mengandalkan tenaga kerja manual, mulai dari proses pencetakan, penjemuran, hingga pembakaran tradisional.
“Kalau permintaan naik, otomatis lapangan kerja bagi warga lokal juga terbuka kembali,” imbuhnya.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo mencatat adanya sebaran sentra industri genteng yang cukup luas. Keberadaan titik-titik produksi ini dinilai menjadi aset strategis yang siap disinergikan dengan agenda nasional.
Sentra industri genteng di Sukoharjo tersebar di beberapa lokasi, antara lain:
-
Kecamatan Weru: Desa Grogol dan Desa Tegalsari.
-
Kecamatan Polokarto: Desa Jatisobo.
-
Kecamatan Mojolaban: Desa Wirun, Desa Demakan, dan Desa Bekonang.
-
Kecamatan Baki: Desa Menuran.
Kepala Bidang Perindustrian setempat menegaskan bahwa jika program ini mengutamakan produk dalam negeri, industri lokal di Sukoharjo berpeluang mendapatkan percepatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Sebagai informasi, gerakan Gentengisasi nasional bukan sekadar upaya mempercantik kawasan agar tidak terkesan kumuh. Secara teknis, penggunaan genteng tanah liat terbukti lebih efektif dalam meredam suhu panas di dalam rumah dibandingkan atap berbahan seng atau asbes. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan hunian yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat luas. (kwl)
Editor : Kabun Triyatno