Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tebing Ambrol di 6 Titik, BPBD Sukoharjo Desak Pembangunan Talud Permanen di Kecamatan Bulu

Iwan Kawul • Minggu, 1 Maret 2026 | 19:07 WIB

Ilustasi AI Generated/Gemini
Ilustasi AI Generated/Gemini

RADARSOLO.COM – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kecamatan Bulu pada Sabtu (28/2) sore memicu rentetan bencana tanah longsor di Desa Kamal. Tebing setinggi enam meter dilaporkan ambrol dan mengancam pemukiman warga di Dukuh Jatirejo dan Mulworejo. Meski tidak ada korban jiwa, sedikitnya empat rumah mengalami kerusakan dan ancaman longsor susulan masih menghantui.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengonfirmasi bahwa pergerakan tanah terjadi sekitar pukul 17.50 WIB akibat tanah yang jenuh air setelah diguyur hujan deras selama beberapa jam.

Baca Juga: Dukung Gentengisasi Presiden Prabowo, 7 Desa Sentra Industri di Sukoharjo Siap Pasok Kebutuhan Nasional

“Tebing sepanjang 12 meter dengan tinggi 5-6 meter longsor karena tidak mampu menahan beban air. Material tanah langsung meluncur ke arah kandang ternak dan rumah penduduk di bawahnya,” ujar Ariyanto, Minggu (1/3).

Berdasarkan asesmen tim BPBD, berikut adalah rincian rumah warga yang terdampak di Desa Kamal:

Baca Juga: Mengenal Tokoh-Tokoh Bernama Suharto: Dari Pemimpin Bangsa hingga Pahlawan Nasional

Pasca-kejadian, warga bersama perangkat desa dibantu personil BPBD langsung melakukan gotong royong pembersihan material. Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, titik-titik longsoran ditutup menggunakan terpal plastik untuk mencegah air hujan kembali masuk ke retakan tanah yang labil (infiltrasi).

Baca Juga: Membedah Magis Nama “Bambang” yang Kini Mulai Langka: Filosofi Ksatria Jawa dan Deretan Tokoh Besar Pemiliknya  

“Pemasangan terpal sudah dilakukan sebagai penanganan sementara. Namun, untuk solusi permanen, warga sangat membutuhkan bantuan bronjong atau pembangunan talud penahan tanah agar tebing tidak kembali ambrol saat hujan deras susulan,” tandas Ariyanto.

BPBD Sukoharjo mencatat hingga hari ini terdapat enam titik kejadian longsor yang tersebar di beberapa desa: tiga titik di Desa Kamal, serta masing-masing satu titik di Desa Sanggang, Gentan, dan Kunden. Mayoritas kejadian berupa tanah yang menutup saluran drainase sehingga air hujan meluap masuk ke rumah warga.

Masyarakat yang tinggal di area lereng dan perbukitan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. Warga diminta segera melapor jika menemukan rekahan tanah atau pohon yang mulai miring, sebagai tanda awal pergerakan tanah yang lebih besar. (kwl)

Editor : Kabun Triyatno
#bencana #tanah longsor #gotong royong #Retakan