Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Barongan Bambu Raksasa Sumbat Jembatan Kedawung, Crane PLN Dikerahkan saat Pembersihan

Iwan Kawul • Senin, 2 Maret 2026 | 14:53 WIB

Pembersihan barongan bambu raksasa yang sumbat Jembatan Dawung Sukoharjo yang juga menggunakan crane PLN, Senin (2/3).
Pembersihan barongan bambu raksasa yang sumbat Jembatan Dawung Sukoharjo yang juga menggunakan crane PLN, Senin (2/3).

RADARSOLO.COM – Barongan bambu raksasa menyumbat aliran Sungai Kedawung di bawah jembatan Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo.

Khawatir menyumbat aliran sungai hingga berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan struktur jembatan, pembersihan dilakukan, Senin (2/3).

Pembersihan dilakukan secara gotong royong melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan hingga TNI/Polri, dengan mendatangkan crane milik PLN untuk mengangkat tumpukan bambu berukuran besar tersebut.

Kegiatan pembersihan ini melibatkan Relawan Tawangsari, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, BPBD Sukoharjo, masyarakat setempat, TNI dan Polri.

Hadir langsung di lokasi Camat Tawangsari, Kapolsek Tawangsari, serta Danramil Tawangsari untuk memastikan proses berjalan aman dan lancar.

Pantauan koran ini, terlihat kondisi sebelum pembersihan, tumpukan bambu dan kayu bercampur sampah tersangkut di tiang penyangga jembatan.

Material tersebut membentuk gumpalan besar yang nyaris menutup seluruh bentang bawah jembatan. Beberapa petugas tampak berdiri di bibir jembatan dan turun ke tepian sungai untuk mengurai material secara manual.

Proses evakuasi tidak mudah. Barongan bambu berukuran raksasa itu saling terkait dengan akar, ranting, dan sampah plastik sehingga sulit dipisahkan.

Sebuah crane berwarna merah didatangkan dan diposisikan di sisi jembatan. Dengan perlahan, alat berat tersebut mengangkat gulungan bambu yang menjulang tinggi, memperlihatkan betapa besarnya sumbatan yang selama ini menahan aliran air.

Setelah proses pengangkatan selesai, kondisi bawah jembatan tampak lebih bersih.

Aliran sungai kembali terbuka, meski masih menyisakan sedikit material kecil yang kemudian dibersihkan secara manual oleh petugas dan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan, bahwa sumbatan tersebut berpotensi menimbulkan luapan air jika tidak segera ditangani.

“Barongan bambu ini terbawa arus saat debit sungai meningkat. Karena menyangkut di tiang jembatan, lama-lama menumpuk dan bisa menghambat aliran air. Kalau dibiarkan, sangat berisiko menyebabkan banjir di wilayah sekitar,” jelasnya.

Menurut Ariyanto, pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai unsur begitu menerima laporan adanya sumbatan besar di Jembatan Kedawung.

Mengingat ukuran material yang tidak memungkinkan dibersihkan secara manual sepenuhnya, diputuskan untuk mendatangkan crane.

“Crane ini merupakan pinjaman dari PLN untuk membantu percepatan evakuasi. Tanpa alat berat, akan butuh waktu lebih lama dan berisiko bagi petugas di lapangan,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak yang turun langsung, termasuk relawan dan masyarakat. Gotong royong dinilai menjadi kunci percepatan penanganan potensi bencana di wilayah tersebut.

Ariyanto mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai serta lebih waspada saat musim penghujan, karena material bambu dan kayu dari hulu dapat terbawa arus dan menyangkut di jembatan-jembatan.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan saat sudah terjadi sumbatan besar seperti ini,” tegasnya.

Dengan bersihnya barongan bambu raksasa tersebut, aliran Sungai Kedawung di bawah Jembatan Desa Kateguhan kini kembali normal dan diharapkan mampu meminimalisasi potensi banjir di Kecamatan Tawangsari saat curah hujan tinggi. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#BPBD Sukoharjo #Barongan bambu raksasa #Pembesihan sungai kedawung sukoharjo #Jembatan kedawung sukoharjo