Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Waduk Gajah Mungkur Dibuka, Grogol dan Mojolaban Kebanjiran, Agin Kencang Bikin Pohon Tumbang di Empat Kecamatan

Iwan Kawul • Rabu, 4 Maret 2026 | 08:52 WIB

Banjir yang menggenangi Sukoharjo, Rabu (4/3), dampak dibukanya pintu spillway Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, serta hujan deras dan angin kencang.
Banjir yang menggenangi Sukoharjo, Rabu (4/3), dampak dibukanya pintu spillway Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, serta hujan deras dan angin kencang.

RADARSOLO.COM – Dibukanya pintu spillway Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Selasa (3/3) siang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Grogol dan Mojolaban, Sukoharjo.

Di sisi lain, hujan deras disertai angin kencang pada Selasa sore menyebabkan pohon tumbang hingga rumah warga rusak di empat kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo menjelskan, hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Weru, Bulu, Sukoharjo Kota, dan Grogol.

“Dari laporan yang masuk, terdapat 18 titik terdampak. Mayoritas pohon tumbang dan genangan air, serta beberapa rumah dan pagar warga mengalami kerusakan. Untuk korban jiwa nihil,” ujar Ariyanto, Rabu (4/3).

Di Kecamatan Weru, pohon tumbang terjadi di sejumlah titik.

Pihon tumbang di Sukoharjo, dampak hujan disertai angin kencang yang melanda sejak Selasa sore (3/3).
Pihon tumbang di Sukoharjo, dampak hujan disertai angin kencang yang melanda sejak Selasa sore (3/3).

Di antaranya di Jalan Raya Jetis Krajan depan KDMP, yang sempat melintang di badan jalan. Kemudian Plumbon, Alasombo dekat SMPN 3 Weru.

Lalu Krendetan Jatingarang, depan Masjid Tugu Pokah, serta beberapa dusun.

Yakni Dusun Pilang, Karangwuni; Duren, Alasombo; Sonorejo, Alasombo; Ngepung, Karanganyar, dan Jatiwayang, Alasombo.

Bahkan di wilayah Bunder, Karanganyar, Kecamatan Weru, tercatat lima titik pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

Selain itu, pohon tumbang juga menimpa dapur rumah warga di Dusun Klepu RT 02 RW 04, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu. Serta melintang di jalan Dusun Samin, Desa Sanggang.

Sementara di Dusun Krendetan RT 03 RW 03, Jatingarang, Weru, pohon tumbang menimpa rumah milik Hartini.

Tak hanya pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan pagar sepanjang 30 meter dengan tinggi 2 meter di Dusun Platar, Desa Puron, Kecamatan Bulu ambrol.

Teras rumah milik Widodo dan Sri Wahyuni di Tunggul RT 01 RW 09, Weru juga dilaporkan ambruk.

Di sisi lain, genangan air terjadi di sejumlah ruas jalan. Di antaranya wilayah Kelurahan Jetis dan Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota.

Termasuk Duksu Ngleses, Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol.

Luapan air hujan juga terjadi di sepanjang jalan timur Pasar Plumbon arah Tegalmade, Kecamatan Mojolaban.

Sementara di Tohpaten, Pandeyan, Kecamatan Grogol, luapan Kali Mati masuk ke rumah warga. BPBD mencatat tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

“Kerugian berupa kerusakan pagar dan beberapa rumah warga. Saat ini masih dalam pendataan,” imbuh Ariyanto.

BPBD Sukoharjo langsung melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Penanganan darurat dilakukan bersama PMI, SAR Sukoharjo, relawan Weru, Relawan Sakdermo Tetulung, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

“Peralatan yang kami gunakan antara lain chainsaw untuk evakuasi pohon tumbang, tangga, sepatu boat, senter, jas hujan, tali, serta mobil rescue. Untuk pohon yang menimpa rumah akan dilanjutkan penanganannya pagi ini bersama relawan dan warga,” jelasnya.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Dusun Krajan, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Rabu (4/3) sekitar pukul 04.00 WIB.

Banjir disebabkan luapan Sungai Samin yang tidak dapat mengalir ke Sungai Bengawan Solo, sehingga air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

Data sementara, banjir di Mojolaban berdampak pada 35 rumah. Masing-masing 5 rumah di RT 04 RW 06, 20 rumah di RT 01 RW 06, dan 10 rumah di RT 02 RW 06. Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi.

“Debit air di Sungai Samin masih stabil, namun belum bisa mengalir ke Bengawan Solo secara maksimal. Kami terus melakukan pemantauan,” terang Ariyanto.

Selain Mojolaban, laporan genangan juga diterima dari Perum GPA 1 Parangjoro, Kecamatan Grogol. BPBD memastikan seluruh personel masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi hujan susulan.

Ariyanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan pohon tumbang.

“Kami minta masyarakat segera melapor jika terjadi kejadian darurat. Keselamatan menjadi prioritas utama,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#WGM siaga hijau #Mojolaban Banjir #waduk gajah mungkur siaga hijau #Grogol banjir #Bencana sukoharjo #BPBD Sukoharjo #wgm buka lagi #Waduk Gajah Mungkur di Buka #Sukoharjo Banjir #waduk gajah mungkur