Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perputaran Uang Jelang Idul Fitri Tinggi, Waspadai Kejahatan Siber Hingga Pembobolan Rumah Kosong

Iwan Kawul • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:50 WIB

Patroli rutin jajaran Polres Sukoharjo di pasar tradisional untuk antisipasi kejahatan siber dan konvensional jelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Patroli rutin jajaran Polres Sukoharjo di pasar tradisional untuk antisipasi kejahatan siber dan konvensional jelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

RADARSOLO.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, potensi tindak kejahatan konvensional maupun siber diprediksi meningkat.

Tingginya perputaran uang, aktivitas belanja, hingga tradisi mudik menjadi momentum yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Kapolres Sukoharjo Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, telah mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang biasanya muncul menjelang Lebaran.

“Menjelang Idul Fitri, memang ada kecenderungan peningkatan kejahatan konvensional maupun digital,” ungkap Anggaito saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, kasus yang paling umum terjadi adalah pencurian rumah kosong.

Modus ini biasanya menyasar rumah warga yang ditinggal mudik tanpa pengamanan memadai.

Selain itu, pencopetan dan penjambretan juga marak terjadi di pusat keramaian seperti terminal, stasiun, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan.

“Pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat yang membawa uang tunai atau barang berharga dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” jelasnya.

Tak hanya kejahatan jalanan, kejahatan siber juga mengalami peningkatan.

Modus yang kerap muncul antara lain penipuan online melalui tautan undangan atau paket palsu yang mengandung malware, promo Lebaran fiktif, phishing, hingga penyalahgunaan QRIS palsu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mengklik link mencurigakan dari nomor tidak dikenal dan selalu melakukan verifikasi jika menerima informasi promo yang terlalu murah atau menggiurkan,” tegasnya.

Selain itu, modus penipuan lain seperti hipnotis, peredaran uang palsu di pasar tradisional, hingga THR palsu juga menjadi perhatian aparat kepolisian.

Pada jalur-jalur mudik yang relatif sepi, potensi begal atau pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) juga perlu diwaspadai.

Untuk mencegah hal tersebut, Polres Sukoharjo telah menyebarkan anggota hingga tingkat Polsek.

Personel diterjunkan ke pasar-pasar tradisional, pusat perbelanjaan, serta obyek-obyek vital guna melakukan patroli dan memberikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.

“Kami perintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli, khususnya di titik-titik rawan. Kami juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan, baik konvensional maupun digital,” kata Anggaito.

Kapolres juga mengingatkan warga yang akan mudik agar memastikan rumah dalam keadaan aman dengan memasang kunci ganda pada pintu dan jendela, menitipkan rumah kepada tetangga atau ketua RT, serta tidak memamerkan rencana mudik di media sosial.

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami dari kepolisian siap memberikan perlindungan, namun peran aktif masyarakat dalam menjaga kewaspadaan sangat penting,” pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Idul Fitri 1447 Hijriah #polres sukoharjo #Patroli polres sukoharjo #Idul Fitri 1447 H #kejahatan siber #kamtibmas